Batubara

Menguak Ketidakmampuan DPRD Batu Bara dalam Mengawasi Proyek Pembangunan

post-img
Foto : Rudi Harmoko. SH., Tokoh Pemuda Batu Bara yang juga Pengacara

LDberita.id - Batubara, Kabupaten Batu Bara terus bergulat dengan berbagai persoalan pembangunan yang tampaknya tak kunjung terselesaikan. Hal ini dikatakan tokoh Pemuda Kabupaten Batu Bara dan juga seorang pengacara, Rudi Harmoko.SH., saat menyampaikan keluh kesahnya pada, Minggu (23/06/22024).

Rudi mengatakan. Keluhan masyarakat mengenai kondisi infrastruktur yang buruk dan penundaan proyek-proyek pembangunan semakin mengemuka.

Salah satu kasus yang paling mencolok adalah kondisi Jalan Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, yang menghubungkan Kota Pagurawan tepatnya di Desa Nenas Siam.

Jalan ini kini berada dalam kondisi yang sangat parah dan bahkan terputus, menghambat aktivitas masyarakat dan perekonomian setempat.

Meskipun peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batu Bara seharusnya sangat vital dalam mengawasi pelaksanaan kebijakan dan program yang dijalankan oleh pemerintah daerah, kenyataannya banyak proyek yang tidak berjalan sesuai rencana dan anggaran yang telah ditetapkan.

DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan berjalan sesuai jadwal dan standar yang telah ditentukan.

Namun, bukti dilapangan menunjukkan ketidakmampuan mereka dalam menjalankan fungsi pengawasan ini.

Masyarakat Desa Lalang dan sekitarnya telah berulang kali menyampaikan keluhan mereka kepada DPRD Batu Bara, berharap adanya tindakan nyata untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak.

Namun, hingga saat ini, respons yang diberikan oleh para wakil rakyat tersebut masih jauh dari memuaskan.

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan warga, yang merasa diabaikan oleh mereka yang seharusnya memperjuangkan kepentingan rakyat Batu Bara.

Selain persoalan jalan, berbagai proyek pembangunan lain di Batu Bara juga mengalami nasib serupa. Banyak proyek yang rusak dan tidak selesai tepat waktu, menimbulkan tanda tanya besar mengenai efektivitas pengawasan DPRD Batu Bara.

Padahal, anggaran yang telah dialokasikan untuk pembangunan daerah ini tidaklah kecil. Dana yang seharusnya digunakan untuk memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru tidak memberikan hasil yang nyata.

Kritikan tajam yang dilontarkan dari tokoh Pemuda Batu Bara ini pun diarahkan pada DPRD Batu Bara, yang dinilai lebih sibuk dengan urusan politik dan kepentingan pribadi ketimbang menjalankan fungsi pengawasan dengan baik.

Transparansi dan akuntabilitas yang diharapkan dari para wakil rakyat Batu Bara ini seolah-olah hanya menjadi jargon tanpa implementasi yang nyata.

Dalam situasi yang semakin mendesak ini, masyarakat Batu Bara berharap ada langkah konkrit yang diambil oleh DPRD untuk membuktikan komitmen mereka dalam memperbaiki kondisi pembangunan di Batu Bara, tegasnya.

Perbaikan yang mendesak tidak hanya diperlukan pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada sistem pengawasan dan evaluasi kinerja proyek.

Rudi juga minta pada semua anggota DPRD Batu Bara harus lebih proaktif dalam menindaklanjuti setiap laporan dan keluhan masyarakat, serta memastikan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar digunakan untuk kepentingan publik.

Hanya dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif ini bisa dipulihkan dan pembangunan di Kabupaten Batu Bara bisa berjalan sesuai harapan." tutupnya. (Boy)

Berita Terkait