Batubara

Apresiasi Kebijakan Presiden, Petani Minta Dinas Pertanian Batu Bara Perhatikan Irigasi dan Pupuk Bersubsidi

post-img
Foto : Kondis lahan pertani di Kabupaten Batu Bara

LDberita.id - Batubara, Para petani di Kabupaten Batu Bara menyambut dengan antusias kebijakan terbaru pemerintah pusat yang pro-petani.

Kepedulian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani disampaikan oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center (SICC) pada Sabtu lalu.

Dalam pertemuan itu, Menteri Amran menguraikan strategi besar untuk mencapai swasembada pangan nasional pada tahun 2025, termasuk peningkatan volume pupuk hingga 100%, yang diharapkan bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh petani di seluruh Indonesia.

Ramli, pengamat sosial di Kabupaten Batu Bara, menilai kebijakan ini sebagai langkah yang sangat positif bagi kemajuan sektor pertanian di Tanah Air, khususnya bagi petani di Batu Bara.

“Kebijakan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung sektor pertanian. Dengan peningkatan volume pupuk hingga dua kali lipat, diharapkan petani bisa lebih produktif dan menghadapi musim tanam dengan lebih siap,” ujarnya, Minggu (10/11/2024).

Salah satu sorotan penting dalam strategi pemerintah adalah pengembangan enam komoditas strategis dengan nilai investasi sekitar 600 triliun rupiah.

Komoditas-komoditas ini dipandang sebagai kunci untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pertanian.

Ramli menambahkan, “Dukungan terhadap komoditas strategis ini bisa menjadi peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan hasil panen dan memperluas pasar, yang pada akhirnya akan mengangkat taraf hidup petani.”

Harapan terhadap Pemerintah Kabupaten Batu Bara

Ramli menekankan bahwa kebijakan pusat ini perlu didukung dengan tindakan nyata dari pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Menurutnya, Pemkab Batu Bara harus berperan aktif dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi petani di lapangan, seperti kendala irigasi dan ketersediaan pupuk bersubsidi.

“Saya berharap Pemkab Batu Bara tidak hanya mendukung kebijakan pusat, tetapi juga merancang program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan petani.

Masalah irigasi, misalnya, sangat krusial di Batu Bara. Masih banyak petani yang bergantung pada pengairan alami atau sumber air terbatas, sehingga mereka sering mengalami kesulitan saat musim kering tiba,” jelas Ramli.

Selain itu, Ramli juga menyoroti masalah distribusi pupuk bersubsidi yang seringkali tidak merata di daerah.

Ia berharap dengan adanya peningkatan volume pupuk dari pusat, Pemkab Batu Bara bisa memastikan distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran dan tepat waktu.

“Pupuk adalah salah satu kebutuhan dasar petani untuk mendukung hasil panen. Jika distribusinya terlambat atau tidak merata, tentu akan sangat merugikan.

Pemkab Batu Bara harus bisa berkoordinasi dengan baik untuk memastikan pupuk sampai kepada petani yang membutuhkan,” tegasnya.

Selain masalah irigasi dan pupuk, Ramli juga mengusulkan agar Pemkab Batu Bara bisa memberikan pendampingan teknis kepada petani, khususnya dalam hal penggunaan pupuk dan teknik bertani yang lebih modern.

“Pendampingan teknis bisa menjadi solusi bagi petani untuk lebih efisien dalam memanfaatkan pupuk dan mengelola lahannya.

Dengan begitu, hasil panen bisa meningkat, dan kesejahteraan petani pun ikut terangkat,” ujarnya.

Ramli berharap dukungan dari Pemkab Batu Bara ini tidak berhenti hanya pada peningkatan fasilitas, tetapi juga mencakup akses pasar bagi hasil panen petani.

Menurutnya, pemerintah daerah bisa membantu petani dalam membuka pasar baru baik di dalam maupun di luar daerah, sehingga mereka bisa menjual hasil panen dengan harga yang lebih menguntungkan.

Kebijakan pemerintah pusat yang berpihak kepada petani disambut baik oleh masyarakat petani di Kabupaten Batu Bara. Namun, upaya ini perlu didukung dengan sinergi dari pemerintah daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani daerah.

Harapan besar kini tertuju pada Pemkab Batu Bara untuk bisa ikut andil dalam mewujudkan kesejahteraan petani melalui langkah konkret, mulai dari penyediaan fasilitas hingga pengembangan akses pasar.

Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan petani, impian untuk mencapai swasembada pangan pada 2025 dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Batu Bara bisa semakin mendekati kenyataan. (Boy)

Berita Terkait