BUMN

Transformasi Inalum, Ilhamsyah Mahendra Resmi Pimpin Perusahaan dan Rencana Proyek Strategis

post-img
Foto : PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengumumkan perubahan signifikan dalam kepemimpinan mereka melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

LDberita.id - Jakarta, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengumumkan perubahan signifikan dalam kepemimpinan mereka melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini.

Dalam rapat tersebut, Ilhamsyah Mahendra secara resmi dilantik sebagai Direktur Utama (Dirut) yang baru, menggantikan Danny Praditya pada, Kamis (18/7/2024).

Pengangkatan Ilhamsyah Mahendra menandai langkah penting bagi Inalum di tengah transisi kepemimpinan yang terjadi setelah Danny Praditya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi transaksi jual beli gas di PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

Corporate Secretary Inalum, Mahyaruddin Ende, mengungkapkan bahwa pengangkatan Ilhamsyah Mahendra disertai dengan pembacaan keputusan mengenai susunan pengurus yang baru.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Inalum untuk memperkuat manajemen dan memastikan keberlanjutan operasional perusahaan.

RUPST juga membahas pencapaian dan rencana strategis Inalum ke depan.

Sepanjang tahun 2023, Inalum berhasil memproduksi 215.130 ton aluminium, sebuah pencapaian yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional.

Melihat ke depan, Inalum fokus pada beberapa proyek strategis yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi dalam industri aluminium nasional. Proyek-proyek tersebut meliputi:

Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah: Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi alumina dan memperkuat rantai pasok bahan baku alumina di Indonesia.

Inalum akan melakukan upgrading teknologi pada tungku reduksi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam proses produksi aluminium.

Proyek ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi Smelter Kuala Tanjung yang diharapkan dapat menyokong target produksi yang lebih tinggi pada periode 2024-2025. Diversifikasi Aluminium Remelt IAA.

Inalum akan mengeksplorasi diversifikasi produk aluminium remelt untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam dan mendukung keberlanjutan industri aluminium di Indonesia.

Inalum berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas produksi nasional guna memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri aluminium global.

Dengan kepemimpinan baru dan proyek strategis yang sedang digarap, Inalum berharap dapat menghadapi tantangan industri dengan lebih baik dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan." tandasnya. (Boy)

Berita Terkait