Sumut

Terobosan Prof. Syahrin Jadikan UIN Sumut "Smart Campus"

post-img
Foto : Rektor UIN Sumut, Prof.Dr.Syahrin Harahap, MA

LDberita.id - Dalam beberaoa kesempatan, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA, tetap mengumandangkan penerapan “Smart Campus” di UIN Sumatera Utara. Konsep yang dihiasi dengan Islamic Hospitality ini diyakini akan membawa UIN Sumut menjadi kampus yang sejuk, dan pada akhirnya akan menjadikan UIN Sumut sebagai kampus terkemuka di Indonesia. Berikut kami tampilkan tulisan dari salah seorang alumni UIN Sumut tentang Smart Campus tersebut.

UIN Sumut  kini telah memasuki usianya yang ke 48 tahun dengan lompatan perubahan yang begitu cepat menuju kampus global yang modern.

Dari aspek kelembagaan, di bawah kepemimpinan Prof. Syahrin Harahap, UIN Sumut telah berhasil melakukan pengembangan yang sangat membanggakan. Saat UIN Sumut telah memiliki 6 kampus yang tentu saja telah memperlebar peluang masyarakat untuk bisamengenyam pendidikan di kampus Universitas Islam terkemuka di Sumatera dan lima besar di Indonesia.

Sebagai kampus yang semakin mengglobal, mahasiswa yang belajar di UIN Sumut bukan hanya berasal dari provinsi Sumatera Utara, akan tetapi dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia, bahkan manca negara. Karenanya, menurut Prof. Syahrin UIN Sumut harus mampu menampilkan dirinya sebagai kampus yang modern yang mampu memberikan kenyamanan pelayanan dan keamanan bagi semua pihak yang beraktifitas di dalamnya.

Smart Campus dengan Islamic Hospitality

Saat ini UIN Sumut di bawah kepemimpinan Prof. Syahrin Harahap tengah bergegas menampilkan wajah kampus modern yang smart (smart campus) dengan mengusung konsep islamic hospitality.

Konsep kampus modern dengan Islamic Hospitality yang diterapkan di UIN Sumut pada dasarnya adalah upaya pengimplementasian ketinggian dan keindahan nilai-nilai ajaran Islam di dalam pengelolaan dan cara kampus untuk melayani, baik terhadap civitas akademika maupun masyarakat luas.

Ada 14 poin yang harus ditegakkan dalam penerapan islamic hospitality:
1. Kebersihan dan fasilitas lingkungan
2. Keamanan dan kenyamanan
3. Saling menghormati
4. Adab dan sopan santun
5. Keramahan
6. Kesipanan
7. Keakraban
8. Kehangatan
9. Pakaian
10. Ekomodasi
11. Murah hati
12. Dermawan
13. Memberi hiburan
14. Makanan dan minuman halalan thayyiban

Upaya yang dilakukan UIN Sumut ini tentu saja sangat penting untuk UIN Sumut yang lebih maju. Sebab, ketertinggalan lembaga-lembaga yang dikelola umat Islam sering kali dilatari karena tidak menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan pengelolaan dan pelayanannya, seperti tergambar dalam pernayataan “Al-Islamu Mahjubun bil Muslimin” [kehebatan dan keindahan Islam tertutupi oleh prilaku kaum muslimin.

Pernyataan sang pembaharu dari Mesir-Muhammad Abduh seratusan tahun lalu itu tampaknya masih sangat relevan dijadikan sebagai bahan evaluasi bagaimana posisi dan peran kaum muslimin dalam upaya memajukan bangsa dan peradaban dunia saat ini.

Ketinggian ajaran Islam yang idealnya dapat menjadi spirit untuk memajukan institusi pendidikan, bangsa dan peradaban dunia, namun belum bisa terwujud karena ketidakmampuan dan ketidakmauan kaum muslimin mendaratakan kesejatian ajaran Islam di berbagai aspek kehidupan mereka.

Minimnya peran kaum muslimin dalam kemajuan bangsa dan dunia karena masih adanya kesenjangan yang sangat renggang antara kesejatian ajaran Islam dengan kenyataan sikap pengelolaan lembaga-lembaga Islam, termasuk lembaga pendidikannya.

Pengelolaan lembaga pendidikan Islam belum mampu mendaratkan kehebatan, ketinggian, kemuliaan, keindahan, dan kesempurnaan ajaran Islam, hingga harus diakui bahwa saat ini masih banyak lembaga pendidikan yang menyandang kata “Islam” namun sama sekali tidak merepresentasikan ajaran Islam yang sejati, baik dari segi fisikmaupun non fisik.
Ajaran Islam menghendaki penguasaan ilmu seluas-luasnya, namun lembaga-lembaga pendidikan Islam kita masih banyak yang terjangkit problem dikotomi ilmu.

Ajaran Islam sangat menganjurkan kebersihan, ketertiban, dan keindahan lingkungan, namun tidak sedikit lembaga pendidikan yang menyandang kata “Islam”, tapi lingkungannya masih sumpek, berantakan, jorok, dan tidak mengajarkan pentingnya adab dan sikap saling menghormati, namun karena belakangan pengelolaan lembaga pendidikan banyak yang lebih dominan berorientasi bisnis, hingga budaya adab, saling hormat dan sopan santun tidak terlalu dipentingkan lagi.

Ajaran Islam mengajarkan pentingnya estetika dan keindahan, namun tidak sedikit lembaga pendidika Islam yang masih dibiarkan dengan kesan kumuh dan kotor. Ajaran Islam sangat menekankan pentingnya sikap disiplin dan penghargaan terhadap waktu, namun SDM lembaga-lembaga pendidikan Islam masih banyak yang tidak pandai menghargai waktu, dan problem-problem lainnya.

Problem kesenjangan antara kesejatian ajaran Islam dengan kenyataan sikap pengelolaannya, menyebabkan lembaga-lembaga pendidikan Islam sama sekali tidak mampu menjalankan perannya sebagai kunci utama penggerak peradaban bangsa dan dunia.

Karenanya, para pengelola lembaga pendidikan Islam kedepan harus mampu mempertanggungjawabkan penggunaan kata Islam yang melekat pada lembaga yang dikelolanya, denganmemastikan kesejatian, , kemuliaan, ketinggian, keindahan, dan kesempurnaan ajaran Islam itu benar-benar termanifestasi di dalam pengelolaan setiap unsurnya.

Strategi yang Visioner

Untuk mengatasi berbagai probelem itu, UIN Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Prof. Syahrin Harahap telah menggagas dan merumuskan dengan sangat sistematik dan terukur konsep kampus modern-sebagai konsep pengelolaan lembaga pendidikan yang benar-benar merepresentasikan kesejatian dan keindahan ajaran Islam.

Kampus UIN Sumut yang modern dengan model Islamic Hospitality diproyeksikan dengan tampilan dan pelayanan pendidikan yang menjamin kebersihan, keramahan, kesopanan, kenyamanan, keamanan, keakraban, kehangatan, keadaban, sopan santun, sikap saling menghormati, kedermawanan dll, yang sangat penting untuk memastikan UIN Sumut sebagai lembaga pendidikan Islam yang mampu menjalankan perannya yang lebih luas dalam memajukan pendidikan nak-anak Indonesia, bangsa dan peradaban dunia di masa depan.

Strategi perwujudan smart campus yang tengah didaratkan di UIN Sumatera Utara sepatutnya menjadi model bagi pengembangan kampus di Indonesia, hingga kampus-kampus kita menjadi pioner dalam menciptakan kehidupan yang indah, memajukan dan membahagiakan di masa datang. Wallahu A’lam. (Dr. Muhammad Ridwan , M.Pd) (Red)

Berita Terkait