Batubara

Sinergi BUMN dan Pesantren dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi di Batu Bara

post-img
Foto : Usaha Pertanian Pisang Barangan Pondok Pesantren Al- Itqon Batu Bara

LDberita.id - Batubara, Kemandirian Pondok Pesantren di Kabupaten Batubara perlu terus ditingkatkan melalui badan usaha yang dikelola oleh pondok pesantren tersebut.

Badan usaha ini dapat berperan penting dalam meningkatkan kemandirian pondok pesantren, baik dalam bidang usaha UMKM maupun pertanian.

Upaya ini tidak hanya memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi pesantren, tetapi juga bagi masyarakat sekitarnya.

Pondok Pesantren Al-Itqon di Batubara merupakan salah satu contoh pondok pesantren yang telah berhasil mengelola kebun pisang barangan.

Kebun pisang ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi pesantren, tetapi juga memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Hal ini menunjukkan bahwa pesantren memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi ekonomi lokal.

M. Yaser, saat berkunjung ke kebun pisang barangan yang dikelola oleh Pondok Pesantren Al-Itqon Batubara, pada Selasa (18/6/2024), menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah setempat dan perusahaan BUMN yang ada di daerah tersebut.

"Kemandirian pondok pesantren akan terlihat kokoh jika didukung oleh pemerintah setempat, terutama perusahaan BUMN yang ada di daerah tersebut," ujar Yaser.

Peran BUMN dalam mendukung kemandirian ekonomi pesantren dapat dilakukan melalui berbagai program kemitraan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Program ini dapat berupa pelatihan kewirausahaan, bantuan modal usaha, serta penyediaan akses pasar bagi produk-produk yang dihasilkan oleh pesantren.

Dengan dukungan yang tepat, pesantren dapat lebih cepat berkembang dan mandiri secara ekonomi. ucapnya

Selain itu, sinergi antara BUMN dan pesantren juga dapat menciptakan model kerjasama yang inovatif dan berkelanjutan.

Misalnya, BUMN dapat membantu pesantren dalam mengembangkan teknologi pertanian modern, mengadakan pelatihan manajemen usaha, serta mendukung pemasaran produk pesantren di pasar nasional maupun internasional.

Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Keberhasilan Pondok Pesantren Al-Itqon Batubara dalam mengelola kebun pisang barangan menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lain di Kabupaten Batubara dan daerah lainnya.

Ini menunjukkan bahwa dengan sinergi yang baik antara pemerintah, BUMN, dan pesantren, kemandirian ekonomi pesantren bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.

Diharapkan, kerjasama ini dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan ke berbagai sektor lainnya, seperti perikanan, peternakan, dan industri kreatif.

Dengan demikian, pesantren dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang tangguh dan mandiri, serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional." tandasnya. (Boy)

Berita Terkait