Batubara

Rudi Titip Pesan Jaga Batu Bara, Kajari Sepakat Demi Keadilan untuk Rakyat dan Hukum Bermartabat

post-img
Foto : Sekretaris FERARI Batu Bara, Rudi Harmoko, SH, saat bersama Kejari Dicky Oktavia, SH, M. Hum, Rabu (9/4/2025)

LDberita.id - Batubara, Dalam semangat memperkuat supremasi hukum dan mempercepat terwujudnya daerah yang adil, bersih, dan sejahtera, Sekretaris DPD FERARI (Federasi Advokat Republik Indonesia) Kabupaten Batu Bara, Rudi Harmoko, SH, dan rombongan melakukan kunjungan ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu Bara, Rabu (9/4/2025).

Kunjungan tersebut tidak sekadar ajang silaturahmi, melainkan momentum membangun sinergi antara profesi advokat dan institusi penegak hukum. Di akhir audiensi, Rudi menyampaikan pesan penting yang menyentuh integritas aparat hukum di Batu Bara.

“Saya titip kepada Bapak Kajari, jaga dan lindungilah Kabupaten Batu Bara dari segala bentuk tindakan dan oknum yang merugikan masyarakat serta negara, ujar Rudi

Masyarakat berharap Kejari menjadi garda terdepan dalam memastikan keadilan berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Rudi Harmoko, yang juga dikenal sebagai advokat yang kerap bersuara dalam isu-isu strategis daerah.

Ia menyebutkan, banyak harapan besar yang digantungkan rakyat kepada aparat penegak hukum mulai dari pemberantasan korupsi, transparansi dalam proses penegakan hukum, hingga perlindungan terhadap hak-hak masyarakat kecil yang kerap terpinggirkan.

Rudi juga menyatakan kesiapan FERARI menjadi mitra aktif Kejari dalam memperkuat kesadaran hukum masyarakat.

“FERARI hadir bukan hanya untuk mendampingi para pencari keadilan, tetapi juga untuk ikut serta membangun peradaban hukum yang berkeadilan dan berintegritas di Batu Bara,” tambahnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Batu Bara, Dicky Oktavia, SH, M.Hum, menyambut audiensi itu dengan penuh apresiasi.

Menurutnya, peran advokat sangat vital sebagai bagian dari sistem peradilan yang utuh dan berimbang. Ia juga menyatakan bahwa Kejari Batu Bara siap membuka ruang kolaborasi, kritik, dan saran dari elemen masyarakat, termasuk para praktisi hukum.

“Penegakan hukum tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan keadilan yang substansial, bukan hanya prosedural,” ujar Dicky.

Dalam suasana hangat namun bermakna, Dicky menyampaikan filosofi hukum melalui kisah jenaka Abu Nawas. Menurutnya, kisah tersebut relevan dalam menggambarkan keberanian melawan ketidakadilan dan kekuasaan yang menindas.

“Abu Nawas mengajarkan kita bahwa keadilan harus menjadi kompas utama dalam setiap tindakan. Begitu juga di dunia nyata korupsi, penyalahgunaan jabatan, dan ketimpangan sosial harus dilawan dengan keberanian dan ketegasan hukum,” ungkapnya.

Batu Bara yang maju harus ditopang oleh Keadilan dan Kepastian Hukum." Audiensi tersebut menjadi refleksi bahwa pembangunan suatu daerah tak hanya bergantung pada infrastruktur atau investasi ekonomi semata, tetapi juga pada keadilan yang merata dan kepastian hukum yang tidak tebang pilih.

Dengan terciptanya hubungan harmonis dan strategis antara FERARI dan Kejari, diharapkan Batu Bara mampu melangkah lebih cepat menuju kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan, di mana hukum benar-benar menjadi panglima, dan rakyat menjadi penerima manfaat paling nyata.

“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk mewariskan daerah yang lebih baik kepada generasi berikutnya.

Batu Bara yang maju harus dibangun di atas pondasi keadilan, bukan kompromi terhadap pelanggaran hukum,” pungkas Rudi Harmoko. (Boy)

Berita Terkait