Batubara

Pilkada Batu Bara 2024, Kesehatan Bukan Alat Kampanye Masyarakat Butuh Bukti Nyata dari Calon Bupati

post-img
Foto : Mencari Sosok Pemimpin Batu Bara 2024, yang punya komitmen dalam memperbaiki Layanan Kesehatan masyarakat

LDberita.id - Batubara, Pengamat sosial Kabupaten Batu Bara, Ramli Sinaga, kembali bersuara terkait kondisi layanan kesehatan yang memprihatinkan di kabupaten tersebut, tegasnya dalam sebuah diskusi ringan dengan awak media, di lima Puluh Pesisir. Minggu (06/10/2024), malam

Ia menyikapi Pilkada 2024 yang semakin mendekat, Ramli menegaskan bahwa masyarakat Batu Bara sudah bosan dengan janji-janji manis para calon kepala daerah yang tidak pernah terealisasi. Menurutnya, isu kesehatan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar alat kampanye untuk mengumpulkan suara.

"Dari tahun ke tahun, kita disuguhi janji yang sama, seolah-olah kesehatan akan jadi fokus utama. Tapi apa yang kita lihat. Masyarakat masih harus antre panjang di Puskesmas, obat habis, fasilitas rusak, dan pasien masih banyak yang dirujuk ke luar daerah karena kita tidak punya layanan yang memadai.

Jadi, kalau calon bupati cuma datang bawa janji kosong lagi soal kesehatan, itu namanya menghina kecerdasan masyarakat Batu Bara!" tegas Ramli.

Ramli mengkritisi bahwa selama ini, isu kesehatan di Batu Bara hanya dijadikan komoditas politik untuk mendulang dukungan. "Pas pilkada, semua calon tiba-tiba peduli kesehatan.

Tapi setelah terpilih, mereka hilang bak ditelan bumi. Fasilitas kesehatan tetap bobrok, dokter spesialis jarang ada, dan masyarakat kita harus merogoh kocek lebih dalam untuk berobat ke kota lain. Kalau hanya bicara janji, kita masyarakat ini kenyang!" sindirnya.

Menurutnya, ketimpangan pelayanan kesehatan di Batu Bara bukan hanya masalah teknis, tetapi juga bukti kegagalan kepemimpinan yang tidak mampu memperjuangkan hak dasar masyarakat Batu Bara.

Kita juga menyoroti fakta bahwa meskipun hampir 95% penduduk Indonesia sudah terdaftar di JKN, banyak warga Batu Bara yang masih sulit mengakses layanan berkualitas. "Apa gunanya kartu JKN kalau layanan tetap buruk. Apa gunanya gedung rumah sakit kalau dokternya tidak ada. Ini bukan hanya soal data dan angka, tapi soal nyawa dan kesehatan masyarakat kita sendiri!" katanya dengan tegas.

Ia menantang calon bupati dan wakil bupati yang maju di Pilkada 2024 untuk berhenti bermain dengan janji politik kosong. Ramli menegaskan bahwa masyarakat butuh kepemimpinan yang punya komitmen nyata, bukan sekadar retorika belaka.

"Kalau benar-benar peduli kesehatan, buktikan! Jangan cuma turun ke lapangan saat kampanye, tetapi setelah terpilih, masyarakat ditinggalkan dengan janji-janji palsu. Masyarakat butuh pemimpin yang siap mengotori tangannya untuk memperbaiki sistem kesehatan yang sudah lama rusak.

Masyarakat juga menyoroti kurangnya kontrol dan pengawasan dari pemerintah daerah selama ini. "Dana miliaran untuk kesehatan ada, tapi ke mana larinya. Puskesmas di pelosok tetap menyedihkan, alat medis rusak, dan tenaga kesehatan minim. Apakah ini yang disebut komitmen? Atau hanya permainan anggaran di balik meja.

Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memastikan reformasi sektor kesehatan. "Masyarakat harus bangkit, Kita tidak bisa terus diam dan menelan janji palsu.

Harus ada pengawasan ketat, dan pemimpin yang dipilih nanti harus diawasi betul-betul. Kalau mereka tidak bisa memperbaiki sistem kesehatan, maka kita yang akan menggugat" ujarnya

Pilkada Batu Bara 2024, menurutnya, bukan sekadar ajang memilih pemimpin, tetapi momentum bagi rakyat Batu Bara untuk menuntut hak-hak dasar mereka, terutama di bidang kesehatan.

"Sudah saatnya masyarakat sadar, bahwa mereka tidak bisa dibodohi dengan nomor urut dan spanduk besar. Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang punya komitmen untuk membuat perubahan nyata. Kalau hanya mau bicara soal janji, lebih baik tidak usah maju jadi calon kepala daerah" tegasnya.

Kita berharap kepada masing - masing calon bupati dan wakil bupati," Jangan berani-berani maju kalau tidak siap memperjuangkan rakyat. Masyarakat Batu Bara akan awasi setiap langkah kalian.

Kesehatan bukan permainan politik, tapi hak yang harus diperjuangkan. Jika tidak siap, lebih baik mundur dari pada mempermalukan diri dengan janji palsu!" pungkas Ramli

Masyarakat Batu Bara kini menunggu, apakah para calon kepala daerah Batu Bara kedepan akan benar-benar memperhatikan pelayanan kesehatan bagi warganya sendiri, atau kembali melanjutkan siklus janji yang kosong dan tak pernah ditepati." tandasnya. (Boy)

Berita Terkait