Batubara

INALUM Raih BBB dari S&P, Melati Sarnita: Ini Pengakuan Sekaligus Tanggung Jawab

post-img
Foto : Inalum raihan peringkat kredit internasional BBB dengan Outlook Stabil dari S&P Global Ratings bukan sekadar pencapaian korporasi, tetapi juga menjadi tanggung jawab perusahaan untuk semakin memperkuat fundamental bisnis. Kamis (10/9/2026)

LDberita.id - Jakarta, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM, Melati Sarnita, menegaskan bahwa raihan peringkat kredit internasional BBB dengan Outlook Stabil dari S&P Global Ratings bukan sekadar pencapaian korporasi, tetapi juga menjadi tanggung jawab perusahaan untuk semakin memperkuat fundamental bisnis, disiplin finansial dan tata kelola.

Peringkat BBB tersebut menempatkan INALUM pada kategori investment grade internasional dan menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam memperkuat kredibilitas serta akses pendanaan untuk mendukung agenda hilirisasi aluminium nasional.

“Investment grade ini merupakan pengakuan sekaligus tanggung jawab bagi INALUM untuk terus menjaga kinerja perusahaan secara prudent dan berkelanjutan,” kata Melati, Kamis (10/9/2026),

Menurutnya, di tengah agenda ekspansi dan hilirisasi yang semakin besar, INALUM tidak ingin mengejar pertumbuhan hanya dari sisi skala. Pertumbuhan harus tetap ditopang fundamental operasional yang kuat, disiplin finansial serta tata kelola perusahaan yang baik.

“Di tengah agenda ekspansi dan hilirisasi, kami akan memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya mengejar skala tetapi tetap dibangun di atas fundamental operasional yang kuat, disiplin finansial, dan tata kelola yang baik dan kuat,” tegasnya.

Melati mengatakan, dengan dukungan MIND ID, INALUM akan terus memperkuat rantai nilai aluminium nasional dari hulu hingga hilir. Pengembangan Smelter-Grade Alumina Refinery (SGAR) 2 dan Smelter Aluminium 2 menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

“Pengembangan SGAR 2 dan Smelter 2 tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga untuk memperkuat kemandirian bahan baku, daya saing industri aluminium nasional serta menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia,” ujarnya.

Melati menambahkan, ke depan INALUM akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, disiplin finansial dan keunggulan operasional. Menurutnya, penguatan rantai nilai aluminium yang semakin terintegrasi menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.

Peringkat BBB dari S&P Global Ratings tersebut sekaligus melengkapi penguatan profil kredit INALUM di dalam negeri. Pada Agustus 2026, PEFINDO meningkatkan peringkat INALUM dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable.

Bagi INALUM, penguatan peringkat tersebut menjadi fondasi penting untuk menghadapi kebutuhan pendanaan yang semakin besar seiring pengembangan berbagai proyek hilirisasi aluminium pada periode 2026–2029." tandasnya. (Boy)

Berita Terkait