Batubara

Dorong Potensi Santri, Dosen FIK Unimed Beri Pelatihan dan Pendampingan Sepak Bola di Al-Itqon

post-img
Foto : Dosen FIK UNIMED melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) memberikan pendampingan dan pelatihan kepada santri Al - Itqon Batu Bara

LDberita.id - Batubara, Universitas Negeri Medan (UNIMED) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pelatih serta santri yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepak bola di Pondok Pesantren Al-Itqon, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara.

Kegiatan yang mulai dilaksanakan pada 15 Juni 2026 tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembinaan olahraga di lingkungan masyarakat dan lembaga pendidikan.

Tim PKM FIK UNIMED diketuai Haris Kurniawan, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Drs. Zulfan Heri, M.Pd., Muhammad Andri Fahrian, S.Si., M.Pd., dan Ghozi Indra Waskita, M.Pd.

Kegiatan ini berangkat dari hasil observasi tim di lapangan yang menemukan bahwa pelatih dan santri ekstrakurikuler sepak bola Pesantren Al-Itqon masih membutuhkan penguatan pengetahuan, khususnya dalam menyusun program latihan serta mengembangkan variasi latihan teknik sepak bola yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui program tersebut, tim PKM tidak hanya memberikan materi secara teoritis, tetapi juga melakukan pendampingan secara langsung agar pelatih dan santri dapat memahami sekaligus mempraktikkan berbagai metode latihan sepak bola secara lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan.

Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah pengembangan variasi latihan teknik sepak bola serta pemanfaatan dan modifikasi berbagai alat sederhana sebagai sarana penunjang latihan.

Muhammad Andri Fahrian, S.Si., M.Pd., dan Ghozi Indra Waskita, M.Pd., sebagai narasumber menekankan pentingnya pelatih untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperbarui pengetahuan kepelatihan.

Menurutnya, kreativitas dalam menciptakan variasi latihan menjadi salah satu faktor penting agar proses pembinaan sepak bola tidak monoton dan mampu meningkatkan keterampilan para santri.

Selain observasi, rangkaian kegiatan juga meliputi pelatihan, pendampingan, praktik latihan, serah terima peralatan pendukung, hingga pendampingan lanjutan terhadap pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sepak bola di Pesantren Al-Itqon.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Itqon, Milhan Assayuti, S.Pd., menyambut positif kegiatan tersebut. Ia mengaku bangga karena pesantren yang dipimpinnya mendapat kesempatan menjadi mitra dalam kegiatan PKM UNIMED tahun 2026.

Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan manfaat bagi pelatih maupun santri, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai pembinaan sepak bola.

“Kami berharap kerja sama antara UNIMED dan Pesantren Al-Itqon dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan. Mudah-mudahan kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan PKM saja, tetapi dapat berlanjut dalam berbagai program pendidikan dan pengembangan olahraga,” ujar Milhan.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor UNIMED Prof. Dr. Ir. Baharuddin, S.T., M.Pd., serta Ketua LPPM UNIMED Dr. Novita, S.Pd., M.Pd., yang telah menjadikan Pesantren Al-Itqon sebagai salah satu mitra kegiatan PKM UNIMED tahun 2026.

Sementara itu, Ketua Tim PKM FIK UNIMED, Haris Kurniawan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas sambutan dan penerimaan pihak Pesantren Al-Itqon terhadap seluruh rangkaian kegiatan.

Ia mengaku terkesan melihat keseriusan para pelatih dan santri selama mengikuti pelatihan maupun pendampingan.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan keseriusan para pelatih serta santri dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan latihan,” kata Haris.

Ia berharap program pendampingan tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembinaan sepak bola di Pesantren Al-Itqon. Dengan meningkatnya kompetensi pelatih, diharapkan proses latihan para santri dapat disusun secara lebih terencana, variatif, dan sesuai dengan prinsip-prinsip pembinaan olahraga.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda melalui olahraga.

Ekstrakurikuler sepak bola tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan minat dan bakat santri, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun disiplin, kerja sama, sportivitas, tanggung jawab, serta karakter positif peserta didik.

Melalui sinergi UNIMED dan Pesantren Al-Itqon, pembinaan sepak bola diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu melahirkan santri-santri yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga unggul dalam bidang olahraga." pungkasnya. (Roy)

Berita Terkait