Batubara

Tanah Subur, Nasib Suram: Teriakan Petani Batu Bara di Hari Pahlawan

post-img
Foto : Kondisi infrastruktur pertanian di Kabupaten Batu Bara masih jauh dari memadai. Di banyak desa seperti desa Perupuk Pematang Jernang

LDberita.id - Batubara, Dalam suasana khidmat peringatan Hari Pahlawan semangat perjuangan para pejuang kemerdekaan kembali digaungkan tepat pada. Senin (10/11/2025),

Namun di balik gegap gempita upacara Hari Pahlawan ada kelompok yang seolah terpinggirkan dari perhatian, para petani Batu Bara, pahlawan kehidupan yang terus berjuang di tengah keterbatasan.

Mereka bukan berjuang dengan bambu runcing seperti para pejuang tempo dulu, melainkan dengan cangkul, lumpur, dan keringat, demi menafkahi keluarga serta membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. Namun ironisnya, perjuangan mereka kerap tak diiringi perhatian yang layak dari pemerintah daerah.

Kondisi infrastruktur pertanian di Kabupaten Batu Bara masih jauh dari memadai. Di banyak desa seperti desa Perupuk Pematang Jernang, jalan menuju lahan pertanian rusak parah dan sulit dilalui kendaraan pengangkut hasil panen. Sementara itu, jaringan irigasi pertanian banyak yang tersumbat dan tak berfungsi optimal, menyebabkan hasil panen menurun drastis.

Para petani kini menghadapi kenyataan pahit: biaya produksi meningkat, sementara harga jual hasil pertanian tak sebanding. Dalam situasi ini, mereka bukan hanya berjuang menanam padi, cabai, atau jagung, tetapi juga berjuang mempertahankan harapan hidup dan masa depan anak-anaknya.

“Kami tidak minta banyak, hanya jalan yang bagus dan air yang lancar. Kalau itu saja diperhatikan, kami bisa hidup layak tanpa harus meninggalkan sawah,” keluh seorang petani di Pematang Jernang yang kini mulai beralih menjadi buruh harian karena hasil tani tak cukup menutupi biaya sekolah anaknya.

Momentum Hari Pahlawan seharusnya menjadi pengingat bagi pemerintah daerah bahwa petani juga bagian dari pahlawan bangsa. Mereka berjuang tanpa tanda jasa, memberi makan rakyat setiap hari, dan menopang kehidupan ekonomi dari akar rumput.

Jika semangat para pahlawan adalah berkorban demi masa depan bangsa, maka memperhatikan nasib petani hari ini adalah bentuk nyata melanjutkan perjuangan mereka.

Pemerintah Kabupaten Batu Bara diharapkan tidak hanya fokus pada seremoni peringatan, tetapi juga pada aksi nyata di lapangan membangun jalan tani, memperbaiki irigasi, dan memastikan kesejahteraan petani benar-benar menjadi prioritas pembangunan daerah.

“Petani Batu Bara tidak butuh belas kasihan, mereka hanya butuh keadilan pembangunan,” ujar seorang petani tersebut yang prihatin melihat kondisi pertanian daerahnya yang terus merosot.

Hari Pahlawan semestinya bukan hanya diperingati dengan tabur bunga di tugu, tetapi dengan kehadiran nyata di tengah rakyat kecil, termasuk para petani yang setiap hari menanam harapan di tanah Batu Bara." tandasnya. (Boy)

Berita Terkait