LDberita.id - Batubara, Di tengah sorotan publik terhadap maraknya peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan, langkah berbeda justru ditunjukkan Satresnarkoba Polres Batu Bara tidak hanya berbicara soal penindakan, mereka memilih turun langsung menyentuh akar persoalan: kemiskinan, ketidaktahuan, dan kerentanan sosial.
Melalui program Jumat Berkah, dengan membawa bantuan sembako untuk anak-anak stunting dan masyarakat kurang mampu. Namun, di balik pembagian bantuan itu, tersimpan pesan yang jauh lebih dalam bahwa perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku, tetapi juga menyelamatkan generasi, di Desa Perkebunan Dolok Pop, Kecamatan Lima Puluh. Jumat (10/4/2026),
Kegiatan yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Batu Bara, AKP Arifin Purba, ini menjadi semacam “alarm sosial” bahwa wilayah-wilayah rentan secara ekonomi kerap menjadi sasaran empuk peredaran narkotika. Kondisi ini bukan sekadar persoalan hukum, melainkan juga kegagalan kolektif dalam melindungi masyarakat dari ancaman laten narkoba.
Di hadapan warga, petugas tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menyampaikan edukasi keras dan terbuka tentang bahaya narkoba mulai dari dampak kesehatan, kehancuran ekonomi keluarga, hingga rusaknya masa depan generasi muda.
“Kalau masyarakat dibiarkan dalam kondisi lemah, maka narkoba akan dengan mudah masuk. Karena itu, kami tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai bagian dari solusi sosial,” tegas AKP Arifin Purba.
IPDA A. Murphi Sitinjak dan Brigadir Hidayat A. Rambe turut mendampingi kegiatan yang berlangsung sejak pukul 12.15 WIB hingga selesai. Kehadiran mereka bukan sekadar simbol aparat negara, tetapi juga representasi bahwa negara tidak boleh abai terhadap warganya yang paling rentan.
Langkah Satresnarkoba ini sekaligus menjadi kritik diam: bahwa pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada penangkapan pengguna atau pengedar kecil semata, sementara akar permasalahan seperti kemiskinan, kurangnya edukasi, dan lemahnya pengawasan lingkungan masih terus dibiarkan.
Program Jum’at Berkah pun diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi benar-benar menjadi gerakan berkelanjutan menguatkan masyarakat dari bawah, sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan narkoba dari hulu ke hilir." pungkasnya. (End)
.jpg)




