Batubara

Santri Muda Al-Itqon Tebar Dakwah Menyejukkan di Malam Keempat Ramadan

post-img
Foto : Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Musholah Nurul Yaqin, Desa Gunung Bandung, saat Safari Ramadan malam keempat yang digelar santri Pondok Pesantren Al-Itqon Batu Bara. Senin malam (2/3/2026)

LDberita.id - Batubara, Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Musholah Nurul Yaqin, Desa Gunung Bandung, saat Safari Ramadan malam keempat yang digelar santri Pondok Pesantren Al-Itqon Batu Bara. Senin malam (2/3/2026),

Kegiatan dakwah tersebut menghadirkan dua santri muda, Alif Anugerah dan Said Ilman, sebagai penceramah. Meski masih berstatus pelajar, keduanya tampil penuh percaya diri dan menyampaikan tausiyah yang sederhana namun menyentuh relung hati jamaah.

Dalam ceramahnya, Alif Anugerah mengajak seluruh hadirin untuk merenungi hakikat kehidupan yang sesungguhnya. Dengan suara yang tenang namun tegas, ia mengingatkan bahwa kemewahan dunia hanyalah sementara.

“Jangan sombong pada pakaian indah, karena kafanmu hanya selembar kain putih. Jika engkau lapar, ingatlah ada fakir yang lebih lapar darimu. Jangan takut miskin, karena tamak lebih hina dari kemiskinan. Harta sejati adalah hati yang qana’ah, dan kemuliaan sejati adalah akhlak yang indah,” ucapnya, membuat suasana musholah sejenak hening.

Pesan tersebut seakan menjadi tamparan lembut bagi siapa saja yang larut dalam kebanggaan duniawi. Ramadan, menurut Alif, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk membersihkan hati dari kesombongan, iri, dan sifat tamak.

Sementara itu, Said Ilman menambahkan bahwa kemuliaan seorang hamba tidak diukur dari harta dan jabatan, melainkan dari akhlaknya. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai titik balik memperbaiki diri, memperbanyak sedekah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Jika kita ingin hidup tenang, perbaikilah hati. Jika kita ingin dihormati, perindahlah akhlak,” pesannya.

Safari Ramadan ini bukan hanya menjadi ajang latihan dakwah bagi para santri, tetapi juga wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mereka membawa semangat baru di tengah kampung, menghadirkan pesan-pesan moral yang sederhana namun menggetarkan jiwa.

Di akhir kegiatan, doa bersama dipanjatkan dengan penuh harap agar Ramadan tahun ini benar-benar menjadi madrasah kehidupan.

Jamaah pun tampak antusias bersalaman dengan para santri, memberikan dukungan dan doa agar mereka kelak menjadi generasi penerus ulama yang mampu membimbing umat." pungkasnya. (End)

Berita Terkait