Batubara

Safari Malam ke-6 Desa Gambut Laut, Santri Al- Itqon Mengajak Jamaah Bersihkan Hati dan Muhasabah Diri

post-img
Foto : Santri Pondok Pesantren Al-Itqon Batu Bara melaksanakan Safari Ramadhan malam ke-6, di Musholah Al-Hidayah, Desa Gambut Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir. Rabu (4/3/2026)

LDberita.id - Batubara, Nuansa religius dan keteduhan Ramadhan semakin terasa saat santri Pondok Pesantren Al-Itqon Batu Bara melaksanakan Safari Ramadhan malam ke-6, di Musholah Al-Hidayah, Desa Gambut Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir. Rabu (4/3/2026),

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dakwah sekaligus pengabdian santri kepada masyarakat, yang menarik, tausiyah malam itu disampaikan oleh Renandah, santri kelas 1 MTs. Meski masih belia, ia tampil dengan penuh percaya diri dan ketenangan, menyampaikan pesan-pesan spiritual pada amaah yang memenuhi musholah tampak khusyuk menyimak setiap kalimat yang terucap.

Dalam tausiyahnya, Renandah mengajak seluruh hadirin untuk melakukan muhasabah diri, membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin yang kerap tak terlihat namun berdampak besar dalam kehidupan.

“Mari kita bersihkan sanubari dari riya dan kesombongan, dari iri dan dendam yang tersembunyi. Penuhi hati kami dengan ikhlas dan cahaya iman menuju-Mu,” tuturnya dengan suara yang lembut namun tegas.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum penyucian jiwa. Ia juga menyinggung tentang takdir dan ketetapan Allah, sebuah refleksi yang mengajak jamaah untuk lebih ikhlas menerima perjalanan hidup.

“Tidak ada daun yang jatuh tanpa seizin Tuhan. Kalau ada yang hilang dari hidupmu, itu bukan berarti karena kamu kurang menjaganya. Tapi memang kadang, masa tugasnya hanya sampai di situ,” ujarnya, membuat suasana hening dalam perenungan.

Di penghujung tausiyah, Renandah mengajak jamaah meneladani kesabaran dan keteguhan Siti Maryam, sosok perempuan mulia yang dikenal karena kesucian hati dan kekuatan doanya. “Jadilah seperti Siti Maryam, tak banyak bicara, tapi doanya mengguncang langit di bulan Ramadhan ini,” katanya menutup ceramah.

Safari Ramadhan yang digelar oleh Ponpes Al-Itqon bukan hanya sarana syiar Islam, tetapi juga wadah pendidikan karakter dan kepemimpinan bagi para santri. Mereka dilatih untuk tampil di tengah masyarakat, menyampaikan nilai-nilai kebaikan dengan akhlak dan keteladanan.

Kehadiran santri muda sebagai penceramah menjadi bukti bahwa pembinaan generasi Qurani terus berjalan. Di tengah arus zaman yang penuh tantangan, lahirnya dai-dai muda dari desa-desa menjadi harapan bagi masa depan umat khususnya masyarakat Batu Bara. (End)

Berita Terkait