LDberita.id - Batubara, Masyarakat Batu Bara kembali dikejutkan dengan kabar penangkapan mantan Bupati Zahir oleh Polda Sumatera Utara (Polda Sumut) terkait kasus dugaan kecurangan dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). kata Ramli, Kamis (05/9/2024).
Penangkapan yang dilakukan pada pagi hari, Selasa, 3 September 2024 ini semakin memanaskan suhu politik menjelang Pilkada Serentak 2024, di mana Zahir telah mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Batu Bara.
Penangkapan Zahir ini bukanlah hal yang terjadi tiba-tiba. Sebelumnya, Zahir sempat menyerahkan diri kepada pihak kepolisian dan penahanannya ditangguhkan.
Namun, kasus ini kembali mencuat setelah bukti-bukti yang semakin memperkuat dugaan kecurangan seleksi PPPK ditemukan oleh aparat penegak hukum.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, yang mengonfirmasi penangkapan ini, menyatakan bahwa Zahir telah berada dalam pengawasan pihak berwajib, meski lokasi detail penangkapan belum diungkapkan ke publik.
Menanggapi perkembangan ini, pengamat sosial Batu Bara, Ramli Sinaga, menyatakan keprihatinannya yang mendalam.
"Ini adalah peristiwa yang sangat menyedihkan bagi kita sebagai warga Batu Bara.
Mantan pemimpin kita, yang sempat mendapat kepercayaan rakyat, kini harus berhadapan dengan hukum akibat dugaan tindak kecurangan yang serius," ungkap Ramli.
Menurut Ramli, peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Batu Bara, khususnya dalam menghadapi Pilkada Serentak 2024.
"Kita harus lebih berhati-hati dalam memilih calon pemimpin Batu Bara kedepan. Jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang sama, memilih pemimpin yang dalam waktu singkat setelah terpilih, justru terjerat kasus hukum," tegasnya.
Ramli juga menekankan bahwa integritas seorang calon pemimpin harus menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat Kabupaten Batu Bara dalam memilih.
"Jangan sampai hanya karena janji manis atau pencitraan yang apik, kita memilih pemimpin yang akhirnya merugikan kita semua.
Kita butuh sosok Bupati yang tidak hanya mampu memimpin, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap kejujuran dan transparansi," tambahnya.
Penangkapan Zahir menjadi pengingat bagi kita warga Batu Bara, bahwa Pilkada Serentak 2024 merupakan momen penting bagi masyarakat Batu Bara untuk lebih selektif dan bijak dalam menentukan pemimpin yang akan mengemban amanah lima tahun ke depan.
Ramli berharap bahwa masyarakat tidak hanya melihat popularitas atau kekayaan calon, tetapi juga rekam jejak dan komitmen mereka terhadap nilai-nilai kejujuran dan keadilan.
"Jika kita salah memilih, dampaknya akan sangat besar, bukan hanya bagi pemerintahan, tetapi juga bagi masa depan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, mari kita bersama-sama mengambil hikmah dari peristiwa ini dan berusaha untuk tidak mengulanginya di masa mendatang," pungkas Ramli.
Dengan situasi politik yang semakin memanas menjelang Pilkada Batu Bara, peran masyarakat dalam memilih pemimpin yang berkualitas menjadi semakin krusial.
Ramli mengajak semua elemen masyarakat untuk bersikap kritis, menggali informasi yang mendalam tentang para calon, dan tidak terbawa oleh politik uang atau janji-janji palsu yang sering kali disampaikan dalam masa kampanye.
Hanya dengan cara ini, Batu Bara dapat memiliki masa depan yang lebih baik dan pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan positif bagi daerah dan masyarakatnya." tandasnya. (Boy)
.jpg)




