Batubara

Pastikan Keamanan Pangan, Dinkes Batu Bara Awasi TPP Program MBG di Nibung Hangus

post-img
Foto : Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara melaksanakan pembinaan dan pengawasan higiene serta sanitasi di Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandar Sono, Kecamatan Nibung Hangus, K

LDberita.id - Batubara, Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara melaksanakan pembinaan dan pengawasan higiene serta sanitasi di Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandar Sono, Kecamatan Nibung Hangus, Kamis (5/2/2026).

Pembinaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses pengelolaan pangan dalam program MBG memenuhi standar kesehatan, keamanan pangan, serta prinsip higiene dan sanitasi, guna menjamin makanan yang disajikan aman, layak konsumsi, dan bergizi bagi penerima manfaat.

Dalam kegiatan tersebut, tim Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi dapur, peralatan masak, penyimpanan bahan pangan, kebersihan lingkungan, hingga perilaku higiene para penjamah makanan. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi dan pendampingan teknis kepada pengelola SPPG terkait penerapan Cara Pengolahan Pangan yang Baik dan Benar (CPPB).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara melalui perwakilannya menegaskan bahwa pengawasan TPP dalam program MBG merupakan langkah penting untuk mencegah risiko penyakit bawaan pangan (foodborne disease), sekaligus mendukung keberhasilan program nasional dalam meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

“Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menekankan pada kecukupan gizi, tetapi juga keamanan dan kualitas makanan. Oleh karena itu, pembinaan dan pengawasan seperti ini akan dilakukan secara berkala,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara berharap seluruh pengelola TPP yang terlibat dalam program MBG dapat konsisten menerapkan standar higiene dan sanitasi, serta menjadikan aspek kesehatan sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan pengelolaan pangan." pungkasnya. (End)

Berita Terkait