LDberita.id - Batubara, Pertanian Modern Advanced Agricultural System dalam mendorong modernisasi pertanian, namun di balik semangat tersebut, ada kenyataan yang tidak boleh diabaikan ribuan petani di Kabupaten Batu Bara masih bergelut dengan persoalan klasik yang hingga kini belum terselesaikan, yakni rusaknya jaringan irigasi dan jalan usaha tani.
Modernisasi pertanian tidak akan memberikan hasil maksimal apabila fondasi utamanya justru dibiarkan rapuh. Teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu meningkatkan produktivitas ketika sawah kekurangan air akibat saluran irigasi yang rusak atau tidak terawat. Demikian pula hasil panen tidak akan memberikan nilai ekonomi yang optimal apabila petani harus melewati jalan usaha tani yang rusak untuk mengangkut gabah ke tempat penjualan.
Di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Lima Puluh Pesisir, persoalan ini bukan lagi keluhan baru. Kondisi irigasi yang tidak berfungsi optimal dan jalan usaha tani yang mengalami kerusakan telah menjadi hambatan nyata bagi aktivitas pertanian. Akibatnya, biaya produksi meningkat, distribusi hasil panen terhambat, dan pendapatan petani ikut tergerus.
Jika Pemerintah Kabupaten Batu Bara benar-benar ingin menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah, maka perhatian tidak boleh hanya terfokus pada peluncuran program atau peninjauan lapangan. Yang jauh lebih dibutuhkan petani adalah kebijakan yang menyentuh persoalan mendasar, yaitu pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pertanian secara konsisten.
Pertanyaan yang patut dijawab pemerintah adalah bagaimana petani dapat meningkatkan hasil panen jika air untuk sawah tidak mengalir dengan baik? Bagaimana kesejahteraan petani akan meningkat jika akses menuju lahan pertanian masih rusak dan sulit dilalui.
Sudah saatnya pembangunan irigasi dan jalan usaha tani ditempatkan sebagai prioritas, bukan sekadar pelengkap. Infrastruktur pertanian bukan hanya proyek fisik, melainkan urat nadi yang menentukan keberlangsungan produksi pangan dan kesejahteraan petani.
Petani tidak membutuhkan janji bahwa pertanian akan menjadi modern. Mereka membutuhkan air yang mengalir ke sawah, jalan yang layak untuk mengangkut hasil panen, dan kebijakan yang benar-benar hadir di tengah persoalan yang mereka hadapi setiap hari. Tanpa itu, modernisasi pertanian akan sulit dirasakan manfaatnya oleh mereka yang menjadi pelaku utama di sektor tersebut." pungkasnya. (Boy)





