Batubara

Forum Antar Etnis Dorong Pembangunan Kawasan Seni, Budaya, dan Olahraga di Batu Bara

post-img
Foto : Forum Komunikasi Antar Etnis Kabupaten Batu Bara menggelar musyawarah, usulkan pembangunan Kawasan Terpadu Seni, Budaya, Olahraga, dan Fasilitas Umum (Fasum)

LDberita.id - Batubara, Forum Komunikasi Antar Etnis Kabupaten Batu Bara menggelar musyawarah yang menghasilkan sebuah gagasan strategis berupa usulan pembangunan Kawasan Terpadu Seni, Budaya, Olahraga, dan Fasilitas Umum (Fasum). Gagasan tersebut dinilai sebagai langkah visioner untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan daerah yang berbasis keberagaman budaya.

Musyawarah yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, serta tokoh politik itu menyepakati usulan pembangunan kawasan seluas sekitar 100.000 meter persegi atau 10 hektare. Lokasi yang diusulkan berada di kawasan Sei Suka–Air Putih, Indrapura, tepatnya di area PT Muis.

Forum menilai Kabupaten Batu Bara merupakan daerah yang kaya akan keberagaman suku, etnis, adat istiadat, bahasa, seni, dan budaya. Potensi tersebut selama ini belum memiliki pusat kegiatan yang mampu menjadi wadah bersama bagi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, pembangunan kawasan terpadu dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam memperkuat identitas daerah sekaligus menjaga harmonisasi kehidupan sosial.

Dalam pemaparannya, forum menjelaskan bahwa kawasan tersebut dirancang menjadi pusat aktivitas seni, budaya, olahraga, pendidikan karakter, serta ruang publik yang dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

Selain menjadi pusat pelestarian adat istiadat dan kearifan lokal, kawasan itu juga diharapkan menjadi lokasi tetap penyelenggaraan Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD), festival budaya tahunan, pertunjukan seni tradisional, hingga destinasi wisata budaya melalui pembangunan rumah-rumah adat dari berbagai etnis yang hidup berdampingan sebagai simbol nyata persatuan dalam keberagaman.

Tidak hanya berorientasi pada aspek budaya, kawasan tersebut juga dirancang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keberadaan galeri UMKM yang dapat menjadi pusat promosi produk unggulan daerah, kerajinan lokal, hingga kuliner khas Batu Bara.

Dengan demikian, kawasan ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda berupa peningkatan kunjungan wisata, terbukanya lapangan pekerjaan, dan tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.

Di sektor olahraga, forum mengusulkan pembangunan lapangan sepak bola lengkap dengan tribun, lapangan bola voli beserta area latihan, serta sirkuit balap motor mini yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan atlet muda sekaligus mendukung penyelenggaraan berbagai kejuaraan tingkat daerah maupun regional.

Sementara itu, pembangunan taman kota, ruang terbuka hijau, taman bermain anak, serta gedung kebudayaan diharapkan mampu menjadi ruang interaksi sosial yang sehat, nyaman, dan edukatif bagi masyarakat. Kehadiran Islamic Center juga diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan moral generasi muda.

Secara keseluruhan, kawasan terpadu tersebut direncanakan dilengkapi dengan gerbang utama dan area parkir seluas 10.000 meter persegi, pos keamanan 500 meter persegi, kantor sekretariat 2.000 meter persegi, gedung seni dan budaya 8.000 meter persegi, galeri UMKM 5.000 meter persegi, taman kota dan ruang terbuka hijau berikut taman bermain anak seluas 30.000 meter persegi, lapangan sepak bola lengkap dengan tribun seluas 25.000 meter persegi, lapangan bola voli beserta area latihan 3.000 meter persegi, Islamic Center 12.000 meter persegi, MCK umum 1.500 meter persegi, area servis dan gedung pendukung 3.000 meter persegi, parkir tambahan 10.000 meter persegi, serta sirkuit balap motor mini seluas 6.000 meter persegi.

Salah seorang tokoh masyarakat, Yahdi Khoir Harahap, memberikan apresiasi atas lahirnya gagasan tersebut. Menurutnya, pembangunan kawasan terpadu ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat Batu Bara yang majemuk.

"Saya sangat mengapresiasi segala ide yang disampaikan. Ini merupakan gagasan yang baik untuk mendorong pengembangan daerah sekaligus mempererat kerukunan antar suku di Kabupaten Batu Bara," ujar Yahdi Khoir kepada awak media. (End)

Berita Terkait