LDberita.id - Jakarta, Nama Saiful Bahri Siregar, SH, MH kembali mencuri perhatian di internal Korps Adhyaksa. Jaksa yang dikenal low profile dan berkacamata ini resmi mencatat prestasi langka: dua kali promosi jabatan eselon II hanya dalam rentang sebulan lebih.
“Sepanjang berprestasi kenapa tidak, Kita justru mendukung jaksa-jaksa berprestasi untuk dipromosikan,” ujar Pegiat Anti Korupsi, Iqbal Daud Hutapea, Selasa malam. (18/11/2025).
Saiful menjadi satu dari 12 pejabat yang masuk dalam SK Jaksa Agung Nomor 1043 Tahun 2025 tertanggal 18 November 2025. Ia ditunjuk sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Wakajati Jatim), Kejati Tipe A, setelah sebelumnya menjabat Wakajati Sulawesi Tenggara (Kejati Tipe B).
Yang membuat publik kaget, promosi ini hanya berselang sebulan lebih dari promosi sebelumnya melalui SK Jaksa Agung Nomor KEP-IV-1425/10/2025 tanggal 13 Oktober 2025.
Dalam promosi Oktober, Saiful mendapat kepercayaan naik dari jabatan Koordinator Pidsus menjadi Wakajati Sultra, dan telah dilantik pada Kamis (6/11).
Menurut Iqbal, rekam jejak Saiful menjelaskan semua alasan di balik promosi beruntun tersebut.
“Jika melihat rekam jejaknya, dia bisa disebut “Orang Pidsus”. Wajar dan pantas orang-orang Pidsus mendapat penghargaan karena prestasi dalam menangani sejumlah perkara besar,” tegas Iqbal, yang juga Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia.
Ia menilai langkah Jaksa Agung memberi tanggung jawab lebih besar kepada jaksa berprestasi merupakan bukti konsistensi institusi.
“Ini bukti bahwa narasi reformasi yang disampaikan Jaksa Agung bukan isapan jempol,” tambahnya.
Bagi Saiful, Kejati Jatim bukan tempat asing. Awal 2020-an, ia pernah menjabat Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) di wilayah tersebut ketika Kejati Jatim dipimpin Mia Amiati, kemudian Kuntadi.
Berbeda nasib dengan Saiful, Wakajati Jatim sebelumnya, Dr. Hari Wibowo, justru digeser menjadi Direktur A pada Jampidum di Kejaksaan Agung. Padahal secara kelaziman, pejabat Wakajati Tipe A biasanya naik menjadi Kajati Tipe B.
Sementara itu, posisi Saiful sebagai Wakajati Sultra kini diisi oleh Dr. Dwi Agus Arfianto, sebelumnya Koordinator di Pidsus.
Perubahan lain antara lain, Dandani Herdiana: dari Aspidum Kejati Sumsel menjadi Koordinator Pidsus.
I Putu Gede Astawa, SH, MH: menjadi Direktur III pada Jamintel dari jabatan lama Wakajati Bali, Dr Sunarwan SH, M.Hum: dari Wakajati Papua menjadi Wakajati Bali, Hendrizal Husin SH, MH: dari Kajati Papua menjadi Inspektur II pada Jamwas, Dr Jefferdian SH, MH: dari Direktur Pertimbangan Hukum Jamdatun menjadi Wakajati Papua, Irene Putrie SH, MH: menjadi Direktur Pertimbangan Hukum Jamdatun dari jabatan sebelumnya Wakajati Kepri. (tim)
.jpg)



