Batubara

PC NU Batu Bara Minta Kapolri Jamin Keamanan Pesantren, Masyarakat Diajak Tidak Terprovokasi

post-img
Foto : PC ISNU Kabupaten Batu Bara saat menggelar kegiatan Mujahadah dan Doa Bersama untuk Kesuksesan Bapak Kapolri, di Pondok Pesantren Al ITQAN Batu Bara. Sabtu, (24/10/2026)

LDberita.id - Batubara, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Batu Bara, Jasmi Assayuti, S.H., M.H., menyampaikan keprihatinan atas pemberitaan penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Jawa Tengah, khususnya terkait pengaduan dugaan tindakan intimidatif terhadap sejumlah santriwati.

Jasmi meminta Polri memberikan klarifikasi secara transparan dan objektif guna memastikan seluruh proses penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan serta tetap mengedepankan perlindungan anak dan penghormatan terhadap martabat warga pesantren.

"Kami mendukung penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan. Namun, setiap tindakan aparat harus dapat dipertanggungjawabkan, terlebih apabila menyangkut anak-anak di lingkungan pendidikan. Pengaduan pihak pesantren harus ditindaklanjuti secara serius agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap," ujar Jasmi, Minggu (1/11/2026),

Ia menegaskan, dukungan terhadap penegakan hukum harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia, perlindungan anak, serta asas praduga tak bersalah. Karena itu, ia mendorong pengawasan internal Polri untuk memeriksa setiap pengaduan secara objektif dan profesional.

Di sisi lain, Jasmi mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Batu Bara, khususnya keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), agar tetap tenang, menjaga kondusivitas, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun pemberitaan yang belum terverifikasi kebenarannya.

Menurutnya, perbedaan informasi dan pendapat harus disikapi dengan kedewasaan, mengedepankan tabayun, serta tidak menyebarluaskan kabar bohong (hoaks) yang berpotensi memecah belah persaudaraan dan merusak persatuan masyarakat.

"Kami mengajak seluruh warga NU dan masyarakat Batu Bara untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Jangan sampai persoalan yang masih dalam proses klarifikasi justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan provokasi dan mempertajam perpecahan," tegasnya.

Jasmi menambahkan, menjaga kehormatan pesantren, melindungi para santri, menghormati proses hukum, dan menjaga persatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama.

"Jangan mudah terhasut oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Mari kedepankan tabayun, jaga persaudaraan, dan percayakan proses pemeriksaan kepada pihak yang berwenang.

Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai kehilangan persatuan. Batu Bara harus tetap aman, damai, dan kondusif demi menjaga persaudaraan serta keutuhan anak bangsa," pungkas Jasmi. (Boy)

Berita Terkait