Batubara

MWCNU lima Puluh Pesisir, Apresiasi Kerja Cepat Dinas Perikanan Batubara dan Wakil Ketua DPRD Batubara, Tertipkan Kapal Tank Kerang

post-img
Foto : Terlihat dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Utara yang di dampingi dari Dinas Perikanan Batubara, saat melakukan pengecekan kelengkapan surat izin operasi kapal perikanan, Rabu (21/9) sore

LDberita.id - Batubara, Wakil Pengurus Cabang (MWCNU) Kecamatan lima Puluh Pesisir Batubara, mengapresiasi dan mendukung atas kerja cepat Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Batubara bersama wakil ketua DPRD Batubara, Ismar Komri, dalam menyahuti keluhan nelayan tradisional di wilayah Kecamatan lima puluh Pesisir Desa Perupuk, demi melakukan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan Batubara serta peningkatan kesejahteraan nelayan-nelayan tradisonal di perairan lau Batubara.

Jadi harus didukung baik dari sisi pengawasan laut maupun pemenuhan sarana pendukung bagi nelayan tradisonal," ujar Yuslan selaku wakil MWCNU lima Puluh Pesisir usai melihat rombongan dari dinas perikanan Sumatera Utara dan Dinas Perikanan Kabupaten Batubara saat melakukan rasia kapal tank kerang di laut pesisir Desa Perupuk lima Puluh Pesisir Batubara, pada Rabu (21/09/2022).sore

Rasa bangga kami ketika melihat rombongan Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Utara yang di dampingi dari Dinas Perikanan Batubara turun langsung meninjau kondisi laut Batubara yang sempat di kacau oleh pukat-pukat tank kerang yang merusak ekosistim laut Batubara serta merugikan nelayan tradisional lima Puluh Pesisir" ujar Yuslan.

Sedangkan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Batubara, Antoni Ritonga SP., terkait Keluhan Nelayan Batubara tentang banyaknya kapal penggaruk kerang yang beoperasi dizona yang tidak seharusnya mereka keruk kerena jelas akan merusak biota laut," tegas beliau saat menyambut Tim Patroli Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Utara menindaklanjuti atas Keluhan Nelayan Batubara Terhadap Tank Kerang yang meresahkan Nelayan" ujar Ritonga.

Guna menindaklanjuti keluhan nelayan kecil Kabupaten Batubara, yang diwakil oleh Nelayan Desa Perupuk yang didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batubara pada tanggal 16 September 2022 di Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Batubara, dan Organisasi Nelayan “MANTAP”

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan RI Nomor 18 Tahun 2021 Tentang Penempatan Alat Penangkap ikan dan alat Bantu Penangkap Ikan Di WPPNRI Dan Laut Lepas Serta Penataan Andon Penangkapan Ikan, alat tangkap pengeruk dengan kapal dilarang beroperasi pada zona IA (≤ 2 mil laut dari garis pantai), serta trawl dan grandong dilarang di seluruh WPPNRI.

Nelayan kecil Kabupaten Batubara meminta agar dilakukan penertiban dan penegakan hukum perikanan di laut, agar tidak terjadi konflik sesama nelayan di laut, untuk itu, agar pengelolaan perikanan tangkap di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Batubara.

Berjalan sebagaimana ketentuan peraturan yang berlaku, sehingga dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan dan lestari, kami berharap agar Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Utara dapat terus mengupayakan pengawasan dan penertiban terhadap operasi kapal perikanan dengan alat tangkap sebagaimana yang suda di atur dalam undang-undang agar tidak ada lagi persoalan yang serupa terjadi di laut Kabupaten Batubara ini." tegasnya. (Bud)

Berita Terkait