LDberita.id - Batubara, Pelantikan sejumlah pejabat Eselon II dan III oleh Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian terutama terkait pengisian jabatan strategis di sektor perdagangan, perindustrian, dan ketenagakerjaan. Di antara nama-nama yang dilantik melalui SK Bupati Nomor 666/BKPSDM/2025, masyarakat menaruh harapan besar kepada Antoni Ritonga yang kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) Batu Bara.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin pemerintah daerah, tetapi juga dinilai sebagai momentum penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan pembangunan di sektor ekonomi kerakyatan. Bupati menegaskan bahwa pejabat yang dilantik harus bekerja cepat, profesional, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Senin (17/11/2025),
Namun, perhatian publik terpokus pada Disperindagnaker, sebuah dinas yang memegang peran vital bagi penguatan perekonomian masyarakat mulai dari stabilitas harga kebutuhan pokok, pembinaan UMKM, hingga peluang kerja bagi warga Batu Bara.
Selama beberapa tahun terakhir, masyarakat kerap mengeluhkan fluktuasi harga sembako, lemahnya pengawasan distribusi barang penting, hingga minimnya pembinaan terhadap pelaku UMKM lokal. Di sisi ketenagakerjaan, keluhan terkait transparansi penerimaan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Batu Bara juga masih sering terdengar.
Karena itu, pelantikan Antoni Ritonga langsung memunculkan gelombang harapan baru. Sejumlah tokoh masyarakat dan pelaku usaha menyambut positif penunjukan tersebut.
“Kami berharap Kepala Disperindag yang baru benar-benar turun ke lapangan, melihat kondisi pasar, menstabilkan harga barang, dan memperjuangkan pelaku UMKM. Jangan hanya bekerja di balik meja, tapi hadir mendengarkan keluhan masyarakat,” ujar seorang pedagang di Pasar Inpres Lima Puluh.
Sementara itu, dari sisi ketenagakerjaan, masyarakat mendesak agar dinas lebih transparan dalam mengawasi rekrutmen tenaga kerja di perusahaan swasta agar tidak ada lagi praktik titipan, monopoli, atau ketidakadilan bagi pencari kerja lokal.
Pelaku UMKM dan industri rumahan juga berharap adanya program pembinaan yang lebih terstruktur, bantuan pemasaran, serta pelatihan kewirausahaan yang nyata.
“Batu Bara ini punya banyak potensi industri rumahan dan pelaku usaha kecil. Tinggal bagaimana dinas bisa memfasilitasi modal, pemasaran digital, dan membuka akses ke pasar yang lebih besar,” ungkap tokoh pemuda setempat.
1. Stabilisasi harga-harga kebutuhan pokok melalui pengawasan distribusi barang penting.
2. Penguatan pengawasan pasar untuk mencegah praktik curang dan penimbunan barang.
3. Pembinaan dan pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM dengan fokus peningkatan kualitas produk dan pemasaran digital.
4. Transparansi dalam penerimaan tenaga kerja di seluruh perusahaan yang beroperasi di Batu Bara.
5. Peluang pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi para tenaga kerja lokal.
6. Sinergi dengan dunia industri untuk memperluas lapangan kerja yang berpihak kepada warga Batu Bara.
Dengan amanah besar yang diembannya, masyarakat berharap Antoni Ritonga mampu membawa Disperindagnaker menjadi dinas yang benar-benar hadir untuk kebutuhan rakyat.
Pelantikan pejabat oleh Bupati bukan sekadar pergantian struktur birokrasi, tetapi simbol komitmen pemerintah untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Kini, masyarakat menunggu langkah cepat, tepat, dan terukur dari Kepala Disperindag dan Tenaga Kerja yang baru." pungkasnya. (End)
.jpg)



