LDberita.id - Batubara, Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Batu Bara untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun ruang refleksi terhadap kondisi pembangunan daerah.
Melalui kegiatan buka puasa bersama petani, nelayan, dan penggali kubur yang dirangkai dengan ngaji bareng lintas pemuda NU, PC ISNU Batu Bara juga melakukan refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, SH., M.Si.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Itqon Batu Bara, Jumat (6/3/2026), dihadiri oleh jajaran pengurus PC ISNU Batu Bara, Pengurus Anak Cabang (PAC) ISNU se-Kabupaten Batu Bara, perwakilan Pemerintah Kabupaten Batu Bara, pimpinan Muslimat NU Batu Bara, Ketua PD IPHI Batu Bara H. Bahtiar Maqhoza, pengurus IPNU dan IPPNU, serta pimpinan Pondok Pesantren Al-Itqon Ustadz Milhan Assayuti.
Ketua PC ISNU Batu Bara, Jasmi Assayuti, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi Ramadan, tetapi juga momentum menyegarkan kembali semangat khidmah para sarjana Nahdliyin dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, sebagai wadah intelektual Nahdlatul Ulama, ISNU memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pandangan akademik terhadap arah pembangunan daerah, termasuk memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah.
“Hari ini Pengurus ISNU Batu Bara berupaya menyegarkan kembali semangat khidmah sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi ke depan agar dapat berperan lebih aktif dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Jasmi.
Dalam kegiatan tersebut, PC ISNU Batu Bara juga memberikan santunan kepada masyarakat serta menggelar buka puasa bersama lintas pemuda NU.
Namun lebih dari itu, forum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang refleksi akademik terhadap perjalanan satu tahun kepemimpinan Bupati Batu Bara.
Dalam pandangan Jasmi, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat namun belum sepenuhnya tersentuh secara serius oleh kebijakan pembangunan daerah.
Beberapa di antaranya adalah persoalan kualitas pendidikan, kesejahteraan tenaga pendidik, hingga kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah yang dinilai masih jauh dari layak.
“Jika dilihat dari perspektif akademik dan kebutuhan masyarakat di akar rumput, ada sejumlah isu krusial yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Pendidikan, kesejahteraan guru, serta infrastruktur jalan yang memadai merupakan fondasi dasar bagi kemajuan suatu daerah,” ungkapnya.
Ia menilai bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari seremonial program atau agenda administratif semata, tetapi harus mampu menyentuh kebutuhan riil masyarakat yang selama ini masih bergulat dengan berbagai keterbatasan.
Menurut Jasmi, kondisi sejumlah ruas jalan yang rusak dan sulit dilalui di beberapa wilayah pedesaan masih menjadi keluhan utama masyarakat. Begitu pula dengan kondisi kesejahteraan guru, khususnya tenaga pendidik di tingkat dasar dan menengah yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius.
“Jika Batu Bara ingin benar-benar keluar dari ketertinggalan dibanding daerah lain di Sumatera Utara, maka pembangunan harus dimulai dari sektor yang paling mendasar, yakni pendidikan dan infrastruktur. Tanpa itu, sulit bagi daerah ini untuk berlari lebih cepat dalam mengejar kemajuan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa refleksi tersebut bukanlah bentuk kritik destruktif, melainkan bagian dari tanggung jawab moral kalangan akademisi untuk memberikan masukan yang objektif dan konstruktif.
Menurutnya, ISNU Batu Bara berharap pemerintah daerah dapat menjadikan berbagai masukan dari masyarakat dan kalangan intelektual sebagai bahan evaluasi demi memperkuat arah pembangunan yang lebih berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan itu ditutup dengan doa bersama serta buka puasa bersama seluruh peserta, sebagai simbol persatuan dan komitmen bersama untuk membangun Batu Bara yang lebih baik di masa depan." tandasnya. (Boy)
.jpg)




