Batubara

Masyarakat dan Seluruh Elemen Harus Saling Membantu Dalam Mengawal Peraturan PPKM Mikro Di Batubara

post-img
Foto : Surat Berupa Himbauan Dari Kelompok Tani Pecinta Manggrove Batubara

LDberita.id - Mengingat perlu nya kesadaran bersama dalam menekan laju nya penyebaran diasaese virus Corona (Covid-19) di Kab. Batubara. Para aktivis dan pemerhati kinerja Pemerintah (Kontrolling) harus sigap dan kritis menyuarakan aturan dan perundang-undangan yang berlaku di NKRI tanpa terkecuali kepada siapa saja demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat di saat Pandemi covid-19 melanda seluruh penjuru dunia.

"Dan hal itu dapat di pedomani atas Peraturan Bupati Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM berbasis mikro dan Inmendagri No. 3 tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM Mikro.

Sebagaimana di ketahui bahwa salah satu surat pemberitahuan penutupan objek wisata pantai Sejarah di bawah naungan Kelompok Tani Cinta Manggrove Batubara telah melayangkan surat pemberitahuan yang di tujukan kepada Bupati Batubara dengan surat bernomor 13/HKM-CM/GL/05/2021 perihal pemberitahuan penutupan objek wisata pantai Sejarah Kec. Lima Puluh Pesisir, Kab. Batubara yang akan di mulai pada 12 Mei 2021 hingga pada waktu yang belum dapat ditentukan oleh pengelola objek wisata pantai.

Hal pemberitahuan itu diketahui atas postingan dari ketua Kelompok Tani Pecinta Manggrove Kab. Batubara Azizi yang juga sebagai ketua kelompok pengelola objek wisata pantai Sejarah yang di ambil dari salah satu postingan nya di mainstream media sosial baru-baru ini, Jumat (07/05/2021).

Namun hal itu dapat diduga berbanding terbalik jika hanya pihak -pihak tertentu saja yang menerapkan peraturan PPKM Mikro di Batubara,khusus nya di lokasi objek wisata pantai,sebab dapat diketahui bahwa dari tahun-tahun sebelum nya terkait tujuan (Destinasi) masyarakat di saat hari - hari besar tidak menutup kemungkinan objek wisata pantai bakal ramai di padati para pengunjung luar maupun dalam daerah.

Disini dapat dinilai akan terjadi framing "Isapan Jempol" belaka terhadap pernyataan dari kalangan elite maupun para pengepul rupiah (pengelola) di saat destinasi (tujuan) masyarakat memilih ke lokasi wisata, dan pasti dalam kilah nya, " Kita sudah melakukan pelarangan, Namun masyarakat tetap berkeinginan mengunjungi objek wisata sebagai tujuan (Destinasi) di hari libur nya, Kita bisa apa.

Namun disisi lain, kesempatan untuk memanfaat kan keramaian atas nama retribusi tidak menutup kemungkinan akan tetap di jalankan demi PAD, katanya.

Atas dasar kesadaran bersama ini lah di tuntut para aktivis dan masyarakat pemerhati kinerja Pemerintah Batubara agar " Bola Tidak Mati" di situ. Dengan kata lain perlu nya pengawasan ekstra ketat dari segenap unsur dan elemen masyarakat untuk penerapan PPKM Mikro yang baik dan benar khusus nya di Kab Batubara. (Od)

Berita Terkait