Agama

Kemenag Kucurkan Rp4,1 Triliun BOS dan BOP RA Tahap II 2026, Sasar 83 Ribu Satuan Pendidikan

post-img
Foto : Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar

LDberita.id - Jakarta, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah tengah memproses penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Raudlatul Athfal (BOP RA) Tahap II Tahun Anggaran 2026.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, dana BOS bukan sekadar anggaran rutin, tetapi instrumen strategis pemerintah untuk memastikan keberlangsungan proses pendidikan di madrasah.
“Dana BOS adalah instrumen strategis agar aktivitas belajar-mengajar tetap berjalan mandiri, layak, serta berkelanjutan,” tegas Nasaruddin Umar di Jakarta, Sabtu (8/8/2026),

Menurut Menag, dana tersebut harus dikelola secara optimal, transparan dan tepat sasaran agar mampu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, mengatakan pemerintah telah menyiapkan total Rp4,1 triliun untuk BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026.

Dari jumlah tersebut, Rp3,7 triliun dialokasikan untuk BOS Madrasah dan Rp370 miliar untuk BOP RA. Anggaran itu akan disalurkan kepada sekitar 52 ribu madrasah swasta dan 31 ribu RA di seluruh Indonesia.

Amien menegaskan, besarnya dukungan anggaran tersebut harus diikuti dengan tata kelola yang baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan peserta didik dan satuan pendidikan.

“Ini kita distribusikan secara khusus untuk 52 ribu madrasah swasta serta 31 ribu RA di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kemenag berharap penyaluran tahap II ini tidak hanya menjaga keberlangsungan operasional lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi pengungkit peningkatan kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan madrasah serta RA di seluruh Indonesia. (Roy)

Berita Terkait