LDberita.id - Batubara, Peredaran narkoba di Kabupaten Batu Bara kian terang-terangan dan memantik kegelisahan masyarakat, di tengah kondisi yang semakin mengkhawatirkan, sorotan mengarah pada kinerja aparat penegak hukum, khususnya Polres Batu Bara, yang dinilai belum menyentuh akar persoalan.
Ketua Masyarakat Nelayan Tradisional Batu Bara, Sawaluddin Pane, secara terbuka mempertanyakan efektivitas penindakan yang selama ini dilakukan. Ia menilai, pola penegakan hukum terkesan hanya menyasar lapisan bawah, sementara aktor utama di balik peredaran narkoba diduga masih leluasa beroperasi.
“Publik melihat sendiri, yang sering ditangkap itu pengguna atau pengedar kecil. Sementara pemain besar yang diduga mengendalikan jaringan justru tidak tersentuh. Ini menimbulkan tanda tanya besar apakah tidak mampu, atau memang tidak mau,” tegasnya, Selasa (31/3/2026),
Menurutnya, kondisi ini menciptakan kesan bahwa penegakan hukum berjalan setengah hati. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang mulai meragukan keseriusan aparat dalam memberantas jaringan narkoba hingga ke akar.
Lebih ironis lagi, kata Sawaluddin, aktivitas peredaran narkoba di sejumlah wilayah sudah bukan lagi rahasia. Masyarakat awam pun dapat dengan mudah mengidentifikasi titik-titik rawan, termasuk di Kecamatan Medang Deras yang disebut sebagai salah satu jalur masuk strategis.
“Kalau masyarakat saja tahu, mustahil aparat tidak tahu. Pertanyaannya, kenapa tidak ditindak sampai ke level atas? Jangan sampai muncul persepsi bahwa ada pembiaran,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pola penindakan yang hanya berhenti pada pengguna dan pengedar kecil justru tidak memberikan efek jera. Sebaliknya, kondisi ini dinilai hanya memutus rantai paling lemah, sementara jaringan utama tetap utuh dan terus berkembang.
“Ini seperti memotong ranting, tapi membiarkan akarnya tetap tumbuh. Selama bandar besar tidak disentuh, peredaran narkoba akan terus hidup,”ujarnya
Sawaluddin juga mengingatkan bahwa dampak narkoba di Batu Bara sudah mulai menggerus sendi-sendi kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah pesisir. Jika tidak ditangani secara serius dan menyeluruh, ia khawatir daerah ini akan kehilangan masa depan.
Dalam hal ini, ia mendesak Polres Batu Bara untuk lebih transparan dan berani dalam mengungkap jaringan besar, bukan hanya sekadar menunjukkan angka penangkapan yang secara substansi tidak menyelesaikan masalah.
“Jangan hanya kejar statistik penangkapan, yang dibutuhkan masyarakat adalah keberanian membongkar jaringan besar sampai ke akarnya,” tegasnya.
Selain itu, ia juga meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk tidak pasif dan segera turun tangan memperkuat upaya pemberantasan di daerah. Sinergi antar lembaga dinilai penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba yang semakin kompleks.
“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, kepercayaan publik terhadap aparat bisa runtuh, ini bukan hanya soal hukum, tapi soal masa depan daerah,” pungkasnya. (tim)
.jpg)




