Batubara

Kadis Kesehatan Batu Bara: Tak Boleh Ada Anak Luput dari Pemantauan Stunting

post-img
Foto : dr. Deni Syaputra saat menghadiri Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Batu Bara Semester II, di Aula Kantor Bupati Batu Bara. Kamis (11/12/2025)

LDberita.id - Batubara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara, dr. Deni Syaputra, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak boleh diperlakukan sebagai kegiatan administratif atau rutinitas tahunan, melainkan sebagai tanggung jawab strategis bersama demi menyelamatkan masa depan generasi Batu Bara.

Penegasan tersebut disampaikan dr. Deni Syaputra saat mengikuti Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Batu Bara Semester II, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Kamis (11/12/2025),

Menurut dr. Deni, keberhasilan penurunan stunting sangat bergantung pada ketepatan data, keseriusan pelaksanaan program, serta kolaborasi lintas sektor yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Penanganan stunting bukan sekadar laporan atau kegiatan seremonial. Setiap intervensi harus tepat sasaran, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Batu Bara,” tegas dr. Deni Syaputra.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi data antar-OPD, fasilitas kesehatan, dan pemerintah desa, agar tidak terjadi tumpang tindih program maupun kesalahan sasaran penerima manfaat.

Dalam rapat tersebut, dr. Deni juga mendorong seluruh kecamatan agar lebih aktif melakukan pemantauan langsung di lapangan, terutama terhadap balita yang masuk kategori berisiko stunting. Intervensi gizi, pemantauan tumbuh kembang, serta edukasi kepada orang tua harus dilakukan secara intensif dan berkesinambungan.

Terkait masih rendahnya kesadaran sebagian orang tua untuk memeriksakan anaknya secara rutin, dr. Deni menyatakan bahwa Dinas Kesehatan telah menyiapkan langkah jemput bola melalui kunjungan rumah maupun pemeriksaan terpusat di balai desa dan titik layanan masyarakat lainnya.

“Jika masyarakat belum datang ke fasilitas kesehatan, maka tenaga kesehatan yang akan mendatangi mereka. Tidak boleh ada anak yang luput dari pemantauan,” ujarnya.

Selain itu, dr. Deni Syaputra juga menegaskan pentingnya penguatan Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) sebagai bentuk dukungan sosial dan kepedulian bersama. Ia mendorong kecamatan untuk menggandeng dunia usaha dan pemangku kepentingan lokal agar pemenuhan gizi anak dapat berjalan berkelanjutan.

Menutup rapat koordinasi, dr. Deni menyampaikan optimisme bahwa dengan kerja terencana, kolaborasi kuat, dan komitmen semua pihak, angka stunting di Kabupaten Batu Bara dapat ditekan secara signifikan hingga mencapai target nasional.

“Target kita jelas, anak-anak Batu Bara harus tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas. Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, tetapi tugas kita bersama,” pungkasnya. (End)

Berita Terkait