LDberita.id - Baru pertama kali terjadi di ranah pemerintahan era kepemimpinan Bupati Batubara Ir Zahir, MAP. Seorang camat mengusir keluar tiga perangkat desa (Parades) yang 'sedang bertugas' dari kantor desa.
Ini terjadi di Desa Pakam Raya Selatan, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara.
Berdasarkan informasi dihimpun, Camat Medang Deras, Syafrizal, Rabu (19/8/20) sekitar pukul 10.00 WIB disebut-sebut mengusir tiga perangkat desa dari kantor desa Pakam Raya Selatan. Aksi pengusiran tersebut menurut Camat dikarenakan ketiga Parades ini sudah 'diberhentikan' oleh Kepala Desa.
Salah seorang Parades yang meminta namanya tidak dipublikasikan, kepada wartawan, Kamis (20/8/20) membenarkan aksi pengusiran oleh Camat.
"Kami disuruh Camat keluar dari kantor desa karena menurut dia (camat) kami sudah diberhentikan. Saat itu pak Kades juga ada, sebutnya.
Diterangkannya, mereka benar telah menerima surat pemberhentian dari Kades Pakam Raya Selatan, Parluhutan Situmorang. Namun karena menilai proses pemberhentian tidak sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku maka mereka tetap bekerja seperti biasa.
"Atas dasar itulah Camat mengusir kami keluar dan jika kami keberatan dengan pemberhentian dipersilahkannya untuk membuat gugatan. Dan kalau kami nggak keluar maka Camat akan panggil polisi", terang Parades ini.
Masih menurut Parades ini, jauh hari sebelum pemberhentian ketiganya, sejumlah 'pekerja ala parades' telah menggantikan posisi tugas mereka. Bahkan fasilitas kantor untuk ketiga parades ini juga telah tergusur.
Namun ketika ditanya soal SK 'pekerja' tersebut Camat malah menghardik dan menyebut kalau tidak keluar maka akan memanggil petugas kepolisian.
"Mau nggak keluar, kalau nggak mau saya panggil petugas" (menirukan ucapan Camat) . Karena Camat bernada berang dan dua orang polisi pun datang, akhirnya kami keluar meninggalkan kantor desa sekitar satu jam setelah diusir Camat", aku Parades.
Camat Medang Deras Syarizal, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kehadirannya hari itu ke kantor desa Pakam Raya Selatan.
Camat bermaksud membicarakan secara baik-baik terhadap ketiga Parades untuk meninggalkan kantor desa dengan alasannya warga ribut serta telah ada surat pemberhentian ketiga Prades.
Camat membantah telah mengusir Parades. "Saya tidak pernah mengusir mereka, menyuruh mereka pulang memang benar. Dan setelah saya pulang kedua Parades ikut meninggalkan kantor desa dan satu orang lagi bertahan dikantor desa", terang Camat.
Dalam rekaman suara atas insiden tersebut, terdengar dengan nada tinggi Camat menekankan agar parades keluar dari kantor desa.
Terkait pemberhentian Parades yang menjadi bagian alasan 'pengusiran' terhadap Parades, Camat juga mengaku tidak merekomendasikan pemberhentian ketiga Parades tersebut. (rm)
.jpg)



