LDberita.id - Batubara, Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan semakin tingginya harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik, muncul sebuah jawaban dari Kabupaten Batu Bara, yaitu Program Berlayar dari Sinergi Melayani Masyarakat. Bukan sekadar program kerja, melainkan simbol kehadiran pemerintah yang lebih dekat, cepat, dan penuh empati terhadap rakyatnya.
Pada gelaran ke-7 yang baru saja berlangsung di Kecamatan Air Putih. Selasa (22/07/2025), ada satu terobosan yang mencuri perhatian: peluncuran Anjungan Digital Desa oleh perangkat Desa Sipare-pare. Kehadiran anjungan ini bukan sekadar inovasi, tetapi langkah nyata menuju pemerintahan yang inklusif dan adaptif terhadap zaman.
Peristiwa ini menjadi lebih bermakna karena bukan hanya diluncurkan secara simbolis oleh Bupati H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si, tetapi juga diperkuat oleh suara jernih dari pejabat pengawasan internal daerah, Kepala Inspektorat Batu Bara, Hasrul Irfan, S.Kom, MM.
Dalam pernyataannya, Hasrul Irfan dengan penuh keyakinan menyebut bahwa,“ Anjungan Digital Desa ini adalah solusi nyata. Masyarakat kini tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke kantor pemerintahan. Cukup di desa, semua layanan penting mulai dari PBB, PKB, KTP, KK, hingga Izin Usaha bisa diakses langsung dan cepat.”
Pernyataan ini tidak hanya menjelaskan manfaat teknis, tetapi menunjukkan satu hal: komitmen moral dan keberpihakan terhadap rakyat kecil. Di tengah birokrasi yang kadang terasa kaku dan berjarak, hadirnya program seperti Berlayar adalah bentuk pelayanan yang menjemput — bukan menunggu.
Lebih dari sekadar layanan, Berlayar adalah narasi kebersamaan. Sebuah ajakan untuk kita semua, terutama masyarakat desa, agar menjadi bagian dari perubahan. Bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga penjaga keberlanjutan.
Mengapa Program Ini Penting untuk Kita Semua
Karena Berlayar adalah jembatan antara kebutuhan riil masyarakat dengan keberdayaan pemerintah. Dalam satu momen, warga bisa mengurus KTP sambil konsultasi pajak, membaca buku dari mobil perpustakaan keliling sambil memeriksa kesehatan secara gratis, dan mendapatkan izin usaha tanpa harus ke kantor dinas. Inilah bentuk negara hadir secara holistik jasmani dan rohani.
Namun perlu disadari, program sebaik apapun tidak akan bertahan tanpa partisipasi masyarakat. Dibutuhkan keterlibatan, dukungan moral, dan kesadaran kolektif agar program ini tidak hanya berumur pendek.
Dan di sinilah peran kita dimulai, mulai dari tokoh masyarakat, perangkat desa, pemuda, ibu rumah tangga, hingga pelaku UMKM. Gunakan layanan ini, promosikan kepada tetangga, dan dorong pemerintah agar terus memperbaikinya.
Hasrul Irfan Bicara Tentang Harapan dan Akuntabilitas
Sebagai Kepala Inspektorat, Hasrul Irfan bukan hanya berbicara tentang keefektifan, tetapi juga menegaskan pentingnya pengawasan dan transparansi. Ia ingin memastikan bahwa setiap program, termasuk Berlayar, benar-benar sampai ke akar rumput dan tepat sasaran.
“Kami di Inspektorat tidak hanya mengawasi, tetapi juga memastikan pelayanan ini manusiawi. Pelayanan yang tidak menyulitkan, tidak menyisakan luka birokrasi, tapi melahirkan harapan,” tegasnya.
Ucapan ini mengandung makna mendalam, bahwa pengawasan bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menjaga marwah pelayanan agar tetap tulus dan berintegritas.
Hari ini, kita tidak sedang berbicara tentang proyek. Kita sedang bicara tentang keadilan layanan. Tentang harapan masyarakat yang kadang terpinggirkan oleh sistem. Tentang anak-anak di desa yang ingin memiliki akta lahir tanpa harus dibebani prosedur berbelit. Tentang petani dan pedagang kecil yang ingin izin usahanya diproses tanpa pungutan liar.
Maka mari kita jawab ajakan ini. Mari kita sambut tangan pemerintah yang telah lebih dulu datang. Dan bersama kita berlayar bukan hanya menuju kemudahan, tetapi menuju pelayanan publik yang bermartabat, adil, dan menyentuh hati.
Karena pelayanan terbaik bukan yang paling canggih, tetapi yang paling tulus dan hadir di saat rakyat membutuhkannya." tandasnya. (End)
.jpg)



