Batubara

Butuh Orang Yang Serius dan Punya Kemampuan SDM Dalam Memajukan PDAM Tirta Tanjung

post-img
Foto : Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tanjung Kabupaten Batubara

LDberita.id - Tantangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) akibat pertumbuhan penduduk hingga efisiensi manajemen PDAM harus diimbangi dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). apalagi di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi, dan makin meningkatnya ekspektasi pelanggan terhadap pelayanan air bersih maka dibutuhkan keseriusan dan mempunyai SDM yang mempuni." Pemerintah sendiri menargetkan akses air bersih mencapai 100 persen di tahun 2025, dengan 15 persen akses air minum aman. Selanjutnya, persentase akses air minum aman ditargetkan mencapai 100 persen di tahun 2030, kata Muhammad Budi dalam sebuah diskusi bersama pengurus PC IPNU Batubara dikantornya di lima Puluh, Selasa (7/12/2021).

Menurut perkiraan Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), jumlah SDM industri air minum harus bertambah menjadi 60.784 orang pada 2024 dari posisi saat ini sebanyak 57.866 orang." Sementara pada 2030 tumbuh menjadi 91.990 orang. Namun disisi lain, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR, mengungkapkan salah satu titik kritis dalam peningkatan kinerja BUMD Air Minum adalah kurangnya jumlah SDM yang memiliki standar kompetensi,

“Penambahan jumlah SDM ini harus diiringi dengan peningkatan kompetensi. Sehingga, target pemerintah daerah dapat tercapai,” ujar ketua PC IPNU Batubara.

Pada hal Bupati Batubara Zahir berharap sekali kepada Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tanjung Hafizullah, ST., bisa berdikari dan punya inisiatif tersendiri untuk memajukan PDAM Tirta Tanjung dan membantu program-program pemerintah kabupaten Batubara dalam memecahkan setiap masalah yang menjadi kendala di tenga-tenga msayarakat terkait persoalan penggunaan air bersih," Sebagai perusahaan air bersih yang telah mendapat amanah dari Bupati Batubara Ir. Zahir.

“Khusus kepada dewan pengawas PDAM Tirta Tanjung, tugasnya pada saat ini semakin berat, disamping sebagai pengawas, juga harus mampu mendorong pengembangan usaha PDAM, baik untuk tujuan sosial maupun tujuan komersil, mengingat kabupaten Batubara adalah daerah strategis nasional yang pembangunannya terus dipacu.

Oleh sebab itu IPNU Batubara meminta Bupati Zahir agar mengkaji ulang kembali posisi Direktur PDAM Tirta Tanjung karena kami sebagai masyarakat berharap agar pimpinan PDAM Tirta Tanjung mampu memberikan solusi bagi setiap kendala yang dihadapi oleh perusahaan daerah tersebut, Terutama terkait dengan peningkatan SDM yang unggul dan andal, demi memajukan perusahaan daerah tersebut supaya PAD Batubara juga semakin membaik serta memiliki tenaga-tenaga ahli yang telah diakui kemampuannya dan juga membawa dampak positif bagi pengembangan layanan air bersih di tenga-tenga masyarakat,” Tegas Budi.

Melalui Direktur PDAM Tirta Tanjung yang baru ini setidaknya bisa lebih maju selangka dari yang lama, kami juga mendorong agar PDAM mampu melakukan transformasi untuk mendorong efektifitas dan efisiensi di perusahaan milik daerah tersebut agar lebih maju dan dirasakan manfaatnya." pungkasnya. (Am)

Berita Terkait