LDberita.id - Batubara, Pelepasan 12 truk bantuan kemanusiaan oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara untuk korban bencana alam di Sumatera Utara dan Aceh menuai tanggapan dari kalangan praktisi hukum dan masyarakat, aksi kemanusiaan tersebut dinilai patut diapresiasi, namun disisi lain memunculkan pertanyaan besar terkait prioritas penanganan bencana di daerah sendiri.
Praktisi hukum Kabupaten Batu Bara, Rudi Harmoko, S.H., menegaskan bahwa kepedulian terhadap daerah lain tidak boleh menutup mata terhadap penderitaan warga Batu Bara yang hingga kini masih bergulat dengan persoalan banjir, jalan rusak, akses jalan besar Pagurawan Kuala Tanjung serta ruas jalan di Desa Nenas Siam akibat jembatan putus total, hingga kini belum juga tuntas diperbaiki oleh pemkab Batu Bara sehingga warga menjadi kesusahan.
“Kita tentu mengapresiasi bantuan kemanusiaan ke luar daerah. Namun menjadi ironi, ketika warga Batu Bara sendiri kebanjiran, jangan kan 12 truk bantuan untuk warganya sendiri, satu truk pun tak pernah terlihat turun secara nyata,” tegas Rudi Harmoko, Senin (15/12/2025),
Menurut Rudi, dalam beberapa tahun terakhir masyarakat di sejumlah kecamatan di Batu Bara kerap menjadi korban banjir musiman akibat buruknya sistem drainase, pendangkalan sungai, serta lemahnya pengawasan infrastruktur. Ironisnya, penanganan yang dilakukan dinilai sebatas wacana dan janji, tanpa solusi nyata, tegasnya.
Rudi menilai, pemerintah daerah seharusnya mampu menunjukkan kehadiran pemkab secara adil, baik untuk membantu daerah lain maupun melindungi warganya sendiri terlebih dahulu.
Bantuan kemanusiaan ke luar daerah, jangan sampai menjadi pencitraan sementara penderitaan masyarakat sendiri terabaikan.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara bisa menjadikan persoalan ini sebagai bahan evaluasi diri, dengan segera melakukan langkah konkret seperti normalisasi sungai, perbaikan infrastruktur kepada warga terdampak bencana di Batu Bara.
“Empati sejatinya adalah hadir saat rakyat sendiri membutuhkan kalau itu bisa dilakukan, maka bantuan ke luar daerah akan jauh lebih bermakna,” pungkasnya. (tim)
.jpg)




