Politik

Ramli Sinaga: PDIP Batu Bara Diharapkan Jadi Kontrol Kritis atas Pembangunan yang Tak Berpihak Pada Rakyat Kecil

post-img
Foto : Ketua DPC PDI Perjuangan Batu Bara Zahir, pada kegiatan Dialog Interaktif yang digelar DPC PDI Perjuangan Batu Bara, di Desa Simpang Gambus beberapa hari yang lalu (dok)

LDberita.id - Batubara, Pengamat sosial Batu Bara, Ramli Sinaga, memberikan dukungan moralnya terhadap langkah dan sikap politik Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Batu Bara yang dinilai konsisten mengkritisi kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang sangat penting untuk menjaga arah pembangunan agar tetap berpihak kepada rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ramli ketika mengulas dari thema dalam Dialog Interaktif yang digelar DPC PDI Perjuangan Batu Bara di Desa Simpang Gambus, kata Ramli pada. Kamis (6/11/2025),

Acara bertema “Solid Bergerak, Berideologi, Menang Bersama Rakyat” itu turut dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Batu Bara Zahir, Sekretaris Jalasmar Sitinjak, Bendahara Safii dan anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan.

Ramli menilai, suara kritis Zahir terhadap kebijakan pemerintah—terutama soal rencana pemindahan kantor Bupati Batu Bara dan lemahnya penanganan persoalan dasar seperti penumpukan sampah di Indrapura serta kerusakan tanggul Sungai Dalu-Dalu—adalah bentuk nyata fungsi pengawasan politik yang seharusnya dijalankan oleh partai.

“Saya sangat mengapresiasi langkah PDI Perjuangan yang berani bicara lantang terhadap kebijakan pemerintah yang belum menyentuh kepentingan rakyat banyak. Partai ini harus terus memainkan peran sebagai penyeimbang yang kritis dan berideologi, demi memastikan pembangunan di Batu Bara benar-benar untuk kesejahteraan masyarakat.

Menurut Ramli, arah pembangunan di Batu Bara masih banyak yang belum maksimal dan belum menyentuh masyarakat bawah, khususnya di sektor pertanian, lingkungan, serta pemerataan infrastruktur. Ia menilai banyak program pemerintah yang masih bersifat seremonial dan belum menjawab kebutuhan dasar rakyat.

“Faktanya, masih banyak desa yang kesulitan air bersih, jalan rusak, sampah menumpuk, dan petani menjerit karena tanggul jebol. Pemerintah seharusnya fokus menyelesaikan masalah-masalah seperti itu, bukan memikirkan proyek besar yang tidak urgen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ramli menekankan bahwa fungsi pengawasan partai politik, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik, menempatkan partai sebagai pilar demokrasi yang harus aktif mengawal kebijakan publik. Dalam konteks ini, ia berharap PDI Perjuangan Batu Bara dapat menjadi pelopor perubahan dan suara rakyat kecil di tengah dinamika politik daerah.

“PDI Perjuangan harus tetap menjadi mata dan telinga rakyat. Jangan hanya hadir saat pemilu, tapi juga terus mengawal jalannya pemerintahan agar pembangunan tidak salah arah,” kata Ramli.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Batu Bara membutuhkan keberanian politik yang jujur dan konsisten, bukan hanya pencitraan.

“Kami berharap PDI Perjuangan tidak hanya menjadi partai pemenang, tapi partai pengawal kebenaran yang berani menegur kekuasaan ketika rakyat terabaikan,” pungkas Ramli. (Boy)

Berita Terkait