Batubara

Kolaborasi Batu Bara dan Siak dalam Penganugerahan Gelar Adat Melayu

post-img
Foto : Pj. Bupati Batu Bara Nizhamul, S.E, M.M., saat menghadiri penganugerahan gelar adat kepada Bupati dan Wakil Bupati Siak, di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Siak, Riau, Minggu (09/06/2024).

LDberita.id - Siak, Penjabat (Pj) Bupati Batu Bara, Nizhamul, S.E, M.M., beserta Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Batu Bara, Ny. Raja Arena Sumela Nizhamul, menghadiri acara penganugerahan gelar adat kepada Bupati dan Wakil Bupati Siak. Acara tersebut berlangsung di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Siak, Riau, pada Minggu (9/6/2024).

Pj. Bupati Nizhamul juga mengajak 11 utusan dzuriat kedatukan se-Kabupaten Batu Bara serta pengurus LAM Batu Bara untuk turut hadir dalam acara tersebut.

Prosesi penganugerahan gelar adat berlangsung dengan khidmat dan sarat dengan nuansa budaya Melayu. Acara dimulai dengan iringan kompang, disusul oleh pertunjukan pencak silat Melayu dan tari persembahan zapin.

Gelar Datuk Seri Setia Amanah dianugerahkan kepada Bupati Siak, Drs. H. Alfredri, sedangkan gelar Timbalan Setia Amanah diberikan kepada Wakil Bupati Siak, H. Husni Merza. Kedua gelar ini diberikan langsung oleh LAM Siak sebagai penghargaan atas kontribusi mereka dalam mengangkat harkat dan martabat budaya Melayu Siak serta kinerja mereka dalam mensejahterakan masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan pemakaian tengkuluk kehormatan oleh Majelis Kehormatan LAM Siak, Dato Seri H. Wan Said, diikuti oleh pemakaian selendang dan pemberian kris Melayu oleh Ketua Dewan Pengurus Harian LAM Siak, Dato Seri Arfan Usman.

Dalam sambutannya, Bupati Siak, Datuk Seri Setia Amanah H. Alfredri, menyampaikan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diberikan.

"Diberikan gelar kehormatan ini, kami siap mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab. Kami berharap ke depannya dapat terus bekerja sama dalam mensejahterakan masyarakat Kabupaten Siak," ujar Dato Seri Setia Amanah H. Alfredri.

Acara ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga dan mengembangkan budaya Melayu serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (End)

Berita Terkait