LDberita.id - Medan, Setelah bertahun-tahun dinilai kurang aktif, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hamzah (IKA UNHAM) kembali memasuki momentum konsolidasi melalui rencana pelaksanaan musyawarah besar (Mubes), Langkah ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan organisasi alumni sekaligus memperkuat kontribusi dalam mendorong kemajuan almamater.
Sekretaris Pendiri Forum Pemuda Peduli Pembangunan Sumatera Utara (FP3SU), Paisal Chairy, menilai musyawarah besar tersebut harus menjadi momentum penting untuk melakukan regenerasi kepemimpinan dan membangun organisasi alumni yang lebih progresif, inklusif, serta berorientasi pada kepentingan bersama.
Menurutnya, IKA UNHAM membutuhkan figur pemimpin muda yang visioner, berintegritas, dan memiliki rekam jejak kepedulian nyata terhadap almamater maupun masyarakat. Kepemimpinan organisasi, katanya, tidak semestinya hanya bertumpu pada senioritas atau muncul ketika momentum tertentu, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata dan komitmen berkelanjutan.
“Sudah saatnya IKA UNHAM dipimpin oleh sosok muda yang visioner dan mengakar. Organisasi ini membutuhkan figur dengan gagasan jelas, rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan, serta kepedulian nyata terhadap almamater, bukan semata-mata mengandalkan faktor senioritas,” ujar Paisal, Jumat (9/10/2026),
Dalam menyikapi dinamika regenerasi tersebut, Paisal secara terbuka menyebut Ramadhan Zuhri, S.H., sebagai salah satu figur yang dinilainya layak memimpin IKA UNHAM pada periode mendatang.
Ia menilai, generasi muda memiliki peluang untuk menghadirkan pola kepemimpinan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, memperkuat komunikasi ant alumni, serta membangun sinergi yang konstruktif dengan pihak kampus dan yayasan.
Menurut Paisal, kepemimpinan IKA UNHAM ke depan perlu bertumpu pada tiga hal utama, yakni visi yang terukur, kemampuan membangun konsolidasi lintas generasi, dan keberpihakan terhadap kepentingan seluruh alumni.
“Yang dibutuhkan bukan sekadar pergantian figur, melainkan perubahan cara kerja organisasi. IKA UNHAM harus menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni, sekaligus wadah yang mampu menyampaikan gagasan dan berkontribusi secara nyata bagi kemajuan almamater,” tegasnya.
Paisal berharap seluruh elemen alumni dapat memanfaatkan musyawarah besar sebagai ruang konsolidasi yang demokratis, terbuka, dan mengedepankan kepentingan organisasi di atas ambisi personal.
Ia juga menilai, berbagai persoalan yang menjadi perhatian terkait tata kelola pendidikan dan aset yayasan perlu disikapi secara objektif, transparan, serta berdasarkan fakta dan mekanisme yang berlaku. Dalam konteks tersebut, organisasi alumni diharapkan mampu mengambil peran secara konstruktif tanpa mencampuradukkan kepentingan organisasi dengan kepentingan pribadi.
Menurutnya, kebangkitan IKA UNHAM tidak cukup hanya ditandai dengan terbentuknya kepengurusan baru. Lebih dari itu, diperlukan program kerja yang jelas, konsolidasi alumni lintas generasi, serta komitmen untuk menjaga nama baik dan masa depan almamater. (tim)





