Politik

Fahri Maesa: KPU Batu Bara Diminta Tegas, Jangan Kompromi dengan Calon Kepala Daerah Bermasalah Hukum

post-img
Foto : KPU Kabupaten Batu Bara

LDberita.id - Batubara, Pengamat politik Batu Bara, Fahri Maesa, menggarisbawahi pentingnya langkah tegas dari KPU Kabupaten Batu Bara dalam memastikan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2024 berlangsung bersih dan transparan.

Menurutnya, harapan publik tidak hanya sebatas pada pelaksanaan teknis yang sesuai prosedur, tetapi juga pada keberanian KPU untuk tidak berkompromi dengan calon yang memiliki rekam jejak hukum yang bermasalah, tegas Fahri Maesa. Kamis (29/08/2024).

"Sudah saatnya KPU Batu Bara menegaskan posisinya sebagai garda depan demokrasi di daerah ini," ujar Fahri Maesa.

"Masyarakat menuntut pemilu yang tidak hanya adil dan jujur, tetapi juga bebas dari calon yang dapat mencoreng nama baik pemerintahan ke depannya.

Fahri mengingatkan bahwa proses verifikasi berkas pencalonan merupakan salah satu titik kritis yang menentukan kualitas demokrasi di Batu Bara.

"KPU harus berani menolak berkas calon yang tidak memenuhi syarat atau memiliki catatan hukum yang meragukan.

Jangan sampai ada ruang untuk kompromi atau negosiasi gelap yang merugikan kepentingan masyarakat," tegasnya.

Ia menilai, transparansi dan integritas bukan hanya slogan, tetapi fondasi yang harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Jika KPU menunjukkan kelemahan dalam aspek ini, maka akan meruntuhkan kepercayaan publik dan membuka ruang bagi praktik-praktik yang menyimpang," tambah Fahri.

Lebih jauh, Fahri meminta KPU untuk secara aktif melibatkan publik dalam proses pemantauan, serta membuka akses informasi seluas-luasnya agar masyarakat dapat turut serta mengawal jalannya pemilu.

"Masyarakat Kabupaten Batu Bara punya hak untuk tahu siapa saja calon pemimpin mereka dan bagaimana rekam jejaknya. KPU harus memastikan informasi ini tersedia dan mudah diakses," ujarnya.

Fahri juga menekankan bahwa integritas proses pemilu sangat penting bagi masa depan demokrasi di Batu Bara. "Jika ingin melihat perubahan nyata, maka KPU harus lebih tajam dalam menjaga standar etik dan tidak takut mengambil langkah-langkah berani demi menjaga demokrasi yang sehat," tandasnya. (Boy)

Berita Terkait