Sumut

Ulama dan Ustad Kota Medan Tepung Tawari Bobby Nasution

post-img
Foto : Alim ulama dan penyuluh agama se-Kota Medan dalam Acara Muzakarah Alim Ulama se-Kota Medan, Ahad, 25 Oktober 2020.

LDberita.id - Para ulama, ustaz dan penyuluh agama se-Kota Medan 
menepungtawari Muhammad Bobby Afif Nasution agar terpilih menjadi Walikota Medan dalam Pilkada 2020. Tokoh Pemuda Sumut yang juga Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani, juga ditepungtawari.

Sebelum acara tepung tawar, para alim ulama, ustaz dan penyuluh agama melakukan muzakarah serta mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Bobby-Aulia agar tercipta Medan Yang Baru (Berkah & Maju), di Gedung Quba Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution, Pangkalan Masyhur, Minggu, (25 Oktober 2020).

Ustaz Maragading Hakim didampingi sejumlah alim ulama yang didapuk membacakan deklarasi dukungan hasil kesepakatan Muzakarah Alim Ulama se-Kota Medan menyampaikan Kota Medan sebagai kota yang majemuk dan kota bernuansa religius, memiliki potensi luar biasa di bidang ekonomi, sosial, politik dan agama.

Untuk membangun dan memajukan Kota Medan, dipandang perlu untuk menyatukan umat dan sejumlah stake holder. Dibutuhkan peran semua pihak, termasuk peran tokoh-tokoh agama bersinergi menyatukan dukungan dalam membangun ummat yang rahmatan lilalamin.

Selanjutnya, dipandang perlu bekerja sama dan bersinergi menyamakan visi dan misi untuk menentukan calon pemimpin Kota Medan pada Pilkada 9 Desember 2020.

"Setelah menimbang, memperhatikan, memutuskan, kami atas nama alim ulama, ustaz dan para penyuluh agama se-Kota Medan, mendukung pasangan Muhammad Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman menjadi Walikota-Wakil Walikota Medan periode 2020-2025," ujar Ustaz Maragading.

Maragading menambahkan, di bawah Koordinasi Relawan Mulia Medan Centre (MMC) bersama para alim ulama, ustaz dan penyuluh agama se-Kota Medan menyatakan sepenuh hati, memilih dan memenangkan pasangan Muhammad Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman sebagai Walikota-Wakil Walikota Medan periode 2021-2024.

Tindak lanjut dari dukungan ini, sebut Maragading, para alim ulama, ustaz dan penyuluh agama akan mensosialisakannya sesuai visi dan visi pasangan Muhammad Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman ke masyarakat Kota Medan.

"Kami mengajak seluruh warga Kota Medan, khususnya umat Islam untuk memilih dan mencoblos pasangan yang didukung ulama dan ustaz menuju Medan Baru (Berkah, Maju dan Kondusif)," tandas Maragading.

Sementara Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani yakin jika Bobby menang dalam Pilkada Medan, maka tempat tempat maksiat akan ditutup, begitu juga peredaran narkoba akan diberantas dan disetop.

"Memberantas lokasi-lokasi maksiat harus dari pemimpinnya. Saya yakin Bobby bisa melakukan itu," kata Bakhtiar.

Selain itu, imbuh Bakhtiar, untuk melakukan percepatan pembangunan dan kemajuan sebuah daerah tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Dan di bawah kepemimpinan Bobby di Kota Medan, persoalan komunikasi dan koordinasi dengan pusat dipastikan akan lebih mudah dan Jangan Terpecah Belah.

Calon Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution dalam pidatonya usai mendapatkan dukungan dari para alim ulama, ustaz dan penyuluh agama se-Kota Medan menyampaikan terima kasih dan memohon untuk didoakan agar tujuannya dalam mencalonkan diri secagai Walikota Medan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Di kesempatan itu Bobby kembali menyampaikan agar umat dan masyarakat Kota Medan tetap bersatu dan tidak terpecah belah meskipun berbeda pilihan pada Pilkada Medan mendatang.

Pilkada ini, sebut Bobby, haruslah menjadi ajang silaturrahmi. Tidak ada rivalitas dan saling menyerang.

"Calon Walikota lainnya juga adalah saudara kita. Beliau adalah Uda saya. Kami bersepakat untuk saling menjaga kesantunan dalam berkampanye menarik simpati masyarakat, tidak ada rivalitas dan saling serang apalagi menebar hoaks," ujar Bobby.

Suami Kahiyang Ayu ini melanjutkan, kampanye pilkada hanya berlangsung 2 bulan. Jangan sampai dalam masa kampanye 2 bulan ini umat dan masyarakat Kota Medan terpecah.

"Jika sudah terpecah sulit untuk merajut dan menyatukannya. Sehingga siapapun nanti yang terpilih sebagai Walikota Medan akan kesulitan untuk membangun dan memajukan Kota Medan karena masyarakatnya terpecah," pungkasnya. (js/ss)

Berita Terkait