Batubara

Pembekalan PMT Berbahan Pangan Lokal, Langkah Awal Menekan Stunting di Batu Bara

post-img
Foto : Kegiatan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal bagi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), berisiko KEK, serta balita bermasalah gizi di UPT Puskesmas Simpang Dolok, Rabu (15/7/2026)

LDberita.id - Batubara, Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Batu Bara menghadiri kegiatan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal bagi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), berisiko KEK, serta balita bermasalah gizi di UPT Puskesmas Simpang Dolok, Rabu (15/7/2026),

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Datuk Lima Puluh, Kepala UPT Puskesmas Simpang Dolok, para kepala desa, Ketua TP PKK desa, serta kader Posyandu. Pembekalan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penyelenggaraan PMT berbahan pangan lokal yang bergizi, aman, dan sesuai dengan kebutuhan sasaran.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting serta meningkatkan status gizi ibu hamil dan balita. Namun, keberhasilan program tidak dapat diukur hanya dari banyaknya kegiatan pembekalan yang dilaksanakan, melainkan dari perubahan nyata terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Persoalan stunting, gizi buruk, dan KEK merupakan masalah yang kompleks. Penyebabnya tidak hanya berkaitan dengan pola makan, tetapi juga dipengaruhi oleh kemiskinan, sanitasi, akses air bersih, pelayanan kesehatan, pendidikan keluarga, hingga kondisi infrastruktur yang mendukung pelayanan dasar. Karena itu, upaya penanganannya membutuhkan komitmen yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan yang bersifat seremonial.

Pemerintah Kabupaten Batu Bara dituntut memastikan bahwa bantuan PMT benar-benar diterima oleh kelompok sasaran, memiliki kualitas gizi yang baik, serta diawasi secara transparan dan akuntabel. Evaluasi berkala juga penting dilakukan agar penggunaan anggaran benar-benar menghasilkan penurunan prevalensi stunting dan perbaikan status gizi masyarakat.

Selain itu, peran pemerintah desa, kader Posyandu, TP PKK, dan tenaga kesehatan harus diperkuat melalui pendampingan yang berkesinambungan. Edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh, pemberian ASI, makanan pendamping ASI, serta pemanfaatan pangan lokal bergizi harus menjadi gerakan bersama yang berlangsung sepanjang tahun." pungkasnya. (End)

Berita Terkait