Batubara

Pelayanan Kesehatan Terpuruk, Banyak Pustu di Batu Bara Tidak Berfungsi Optimal

post-img
Foto : Kondisi bangunan Pustu yang terletak di wilayah kecamatan lima Puluh Pesisir yang suda sangat memperhatinkan

LDberita.id - Batubara, Pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Batu Bara menghadapi kendala serius akibat banyaknya Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tidak berfungsi dengan baik.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk Jasmi Assayuti, Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Batu Bara.

Menurut Jasmi, Pustu seharusnya menjadi garda terdepan dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar ke masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh fasilitas kesehatan utama.

"Keberadaan Pustu di Batu Bara bertujuan untuk menyediakan layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses oleh masyarakat.

Dengan demikian, Pustu dapat mempercepat penanganan dan pencegahan penyakit," ujarnya.

Jasmi menegaskan bahwa Pustu merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan di Bumi Melayu Batu Bara ini,tegasnya.

Fasilitas ini berperan penting dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Batubara.

"Pustu adalah ujung tombak yang sangat vital bagi pelayanan kesehatan masyarakat Batu Bara.

Jika Pustu tidak berfungsi, maka banyak masyarakat, terutama yang berada di pelosok, akan kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai," tegasnya.

Menyikapi kondisi ini, Jasmi meminta Pj. Bupati Batu Bara, H. Heri Wahyudi Marpaung, S. STP, M. AP., untuk segera bertindak tegas terhadap kenerja Kepala Dinas Kesehatan Batu Bara yang tidak mampu menjalankan amanah rakyat tersebut.

Jasmi menilai bahwa ketidakmampuan Kepala Dinas Kesehatan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai abdi negara harus segera dievaluasi.

"Demi melindungi dan menyelamatkan kesehatan masyarakat Batu Bara, kami berharap Pj. Bupati H. Heri Wahyudi Marpaung, bisa mengambil tindakan tegas terhadap Kepala Dinas Kesehatan yang tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Evaluasi terhadap jabatannya perlu segera dilakukan," kata Jasmi pada, Senin (24/6/2024).

Jasmi juga mengungkapkan bahwa masyarakat telah lama mengeluhkan minimnya pelayanan kesehatan di Pustu.

Banyak Pustu yang kekurangan tenaga medis, obat-obatan, dan peralatan medis yang memadai.

Hal ini menyebabkan masyarakat harus menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat penurunan kualitas pelayanan di Pustu. Banyak masyarakat yang mengeluhkan bahwa mereka harus pergi ke puskesmas induk atau rumah sakit yang jaraknya sangat jauh, karena Pustu di desa mereka tidak berfungsi dengan baik.

Ini jelas sangat merugikan, terutama bagi masyarakat Batu Bara yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat," ungkap Jasmi.

Sebagai penutup, Jasmi berharap bahwa dengan adanya evaluasi ini, pelayanan kesehatan di Batu Bara dapat segera membaik, ucapnya.

"Kami berharap Pj. Bupati Batu Bara H. Heri Wahyudi Marpaung, dapat segera menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa setiap Pustu dapat berfungsi dengan optimal, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," pungkasnya.

Permasalahan ini tentunya memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah Batu Bara, agar kesehatan masyarakat Batu Bara dapat terjamin dan mendapatkan pelayanan yang layak sesuai dengan harapan dan kebutuhan mereka," pungkasnya. (Boy)

Berita Terkait