LDberita.id - Batubara, Krisis kekeringan yang melanda Daerah Irigasi (DI) Purwodadi di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, terus memunculkan kemarahan dan frustrasi di kalangan petani dan pengamat.
Ketidakmampuan Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam mengatasi masalah ini menjadi sorotan tajam, dengan banyak pihak menuding Pj Bupati Heri Wahyudi Marpaung sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas situasi yang kian memburuk.
Ramli Sinaga, pengamat sosial Kabupaten Batu Bara, secara terbuka menyalahkan Pj Bupati Heri atas kinerja yang dianggap sangat buruk dalam menangani kekeringan yang parah ini.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikannya, di Lima Puluh Pesisir, pada Jumat (02/08/2024), Sinaga menekankan bahwa upaya pemerintah setempat, meski telah dilakukan beberapa kali rapat, tidak menunjukkan hasil yang signifikan.
"Pemerintah Kabupaten Batu Bara tampaknya hanya terjebak dalam perdebatan tanpa solusi nyata.
Sementara petani menderita akibat kekurangan air, komitmen yang diumbar hanya sekadar janji kosong," tegas Sinaga, menyiratkan ketidakpuasan mendalam terhadap ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi masalah mendasar ini.
Sinaga mengkritik keras kurangnya langkah konkret dari pihak berwenang dalam mengatasi krisis kekeringan yang terus melanda wilayah tersebut.
"Krisis ini menggambarkan ketidakmampuan pemerintah daerah dalam menyelesaikan masalah yang sangat dasar, yang berdampak langsung pada kehidupan banyak orang. Banyak rapat dan pernyataan tanpa tindakan efektif di lapangan," tambah Sinaga.
Ketua Gempal Indonesia, Rudi Harmoko, turut menilai kinerja Pj Bupati Heri sebagai sangat mengecewakan. Harmoko menekankan bahwa petani di Batu Bara membutuhkan lebih dari sekadar janji dan retorika.
"Pj Bupati Heri Wahyudi Marpaung harus menunjukkan kepedulian nyata dan segera mengambil tindakan yang dapat memulihkan sistem irigasi.
Kegagalan ini bukan hanya soal administrasi, tetapi juga pengabaian terhadap kesejahteraan petani," ujar Harmoko.
Sementara itu, petani yang terdampak terus menunggu tindakan konkret dari Pj Bupati.
Mereka mendesak pemerintah agar segera mengambil kebijakan yang efektif untuk memperbaiki situasi dan memberikan bantuan mendesak untuk mengatasi dampak kekeringan.
"Kami tidak bisa terus hidup dalam ketidakpastian ini. Pemerintah Batu Bara harus bertindak cepat dan memastikan irigasi berfungsi kembali," ujar salah seorang petani.
Kondisi yang semakin memburuk dan ketidakmampuan pemerintah daerah dalam menangani krisis ini menjadi preseden buruk bagi masa depan pemerintahan Kabupaten Batu Bara jika tidak segera diatasi dengan serius dan efektif.
Tekanan terhadap Pj Bupati Heri Wahyudi Marpaung untuk memberikan solusi nyata semakin meningkat, dan kegagalan dalam menangani masalah ini bisa mempengaruhi reputasi dan kredibilitas pemerintah daerah secara keseluruhan." tandasnya. (Boy)
.jpg)



