LDberita.id - Batubara, Dalam upaya memastikan kesiapan teknis dan profesionalisme penyelenggara Pilkada di Kabupaten Batubara, Ketua KPU Kabupaten Batubara, Erwin, S.Sos, menyambut kunjungan resmi dari KPU Republik Indonesia dan KPU Provinsi Sumatera Utara. Acara Training of Trainer (TOT), yang berlangsung di Aula Hotel Singapore Land pada Minggu (3/11),
TOT yang diadakan selama tiga hari, dari tanggal 3 hingga 5 November 2024, ini dihadiri Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Batubara.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pelatihan intensif kepada para fasilitator KPPS sebagai upaya meningkatkan kualitas teknis dan integritas dalam pemungutan suara.
KPU RI Tekankan Disiplin dan Transparansi Penyelenggara Pilkada
Parsadaan Harahap, Anggota KPU RI Divisi Sumber Daya Manusia, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyatakan apresiasinya atas sambutan yang diberikan.
Namun, ia segera menekankan pentingnya profesionalisme dan ketepatan prosedur bagi seluruh jajaran KPU Batubara dalam menyongsong Pilkada yang akan diikuti oleh tiga pasangan calon.
Parsadaan menggarisbawahi bahwa, dengan situasi yang kompetitif, komitmen terhadap prosedur operasional standar (SOP) dan regulasi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
“KPU Kabupaten harus memahami, setiap langkah yang dilakukan akan berdampak besar pada kepercayaan publik.
Kami di KPU RI menuntut agar KPU Batubara menjunjung tinggi integritas dan bersikap netral dalam setiap tahapan. Mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, seluruhnya harus bebas dari potensi penyimpangan,” tegas Parsadaan.
Ia juga mengingatkan bahwa pengawasan KPU Pusat tidak hanya bersifat simbolis, tetapi merupakan pengawalan ketat yang berjenjang dari tingkat provinsi hingga kabupaten.
“Kami harapkan profesionalisme tidak hanya sebatas pemahaman aturan, tapi juga dalam bentuk tindakan nyata di lapangan, terutama dalam menghadapi kemungkinan kendala operasional dan teknis,” tambahnya.
Komitmen KPU Batubara untuk Penyelenggaraan Pilkada yang Kredibel
Ketua KPU Batubara, Erwin, dalam sambutannya menyatakan bahwa pihaknya siap menghadapi tantangan yang ada dan telah mempersiapkan jajarannya untuk bekerja ekstra keras demi kesuksesan Pilkada.
Ia menekankan bahwa seluruh PPK, PPS, dan KPPS yang berjumlah lebih dari 8,143 orang harus memahami bahwa mereka memikul tanggung jawab besar dalam menjaga kredibilitas Pilkada di Batubara.
“Kami di KPU Batubara tidak punya prioritas lain selain memastikan setiap tahapan berjalan lancar, transparan, dan bebas dari pelanggaran. Dari penyortiran surat suara hingga bimbingan teknis, semua dijalankan dengan optimal,”
Ia juga menyampaikan bahwa dukungan dari KPU RI yang ditunjukkan dengan kunjungan Parsadaan Harahap memberikan motivasi tambahan bagi seluruh tim di Batubara.
Dorongan KPU RI untuk Menjaga Netralitas dan Meningkatkan Kompetensi Penyelenggara
Parsadaan Harahap menegaskan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi KPU Batubara adalah memastikan netralitas di tengah persaingan politik yang ketat.
Ia berpesan agar KPU Kabupaten dan seluruh jajaran penyelenggara Pilkada tidak hanya memahami regulasi tetapi juga menjalankannya dengan penuh integritas.
Menurutnya, tugas KPU bukan sekadar menjalankan Pilkada, tetapi juga melindungi hak pilih warga negara dengan menciptakan suasana pemilu yang adil dan bebas dari manipulasi.
“Kami tidak ingin mendengar laporan adanya tekanan politik atau pelanggaran etika dalam tahapan Pilkada.
Setiap penyelenggara harus fokus pada proses, dan mengesampingkan kepentingan apapun yang bisa merusak netralitas,” tegas Parsadaan,
Membangun Kepercayaan Publik Melalui Transparansi dan Keterbukaan Informasi
Dalam penutup sambutannya, Parsadaan mengingatkan bahwa keberhasilan Pilkada bukan hanya dilihat dari teknis pelaksanaannya, tetapi dari kepercayaan publik yang berhasil dibangun selama proses.
Ia berharap KPU Batubara konsisten dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, serta merespons cepat setiap keluhan atau potensi masalah.
“Kepercayaan publik adalah aset utama KPU. Jangan sampai ada celah bagi publik untuk meragukan transparansi proses Pilkada.
Semua harus dilakukan dengan jelas, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang matang, dorongan untuk menjaga integritas, serta penguatan kompetensi melalui TOT ini, diharapkan KPU Batubara mampu menyelenggarakan Pilkada yang bersih, jujur, dan berintegritas, memenuhi harapan masyarakat untuk demokrasi yang lebih baik." tandasnya. (End)
.jpg)



