Agama

Kemenag: Masjid Pusat Kerukunan, Bukan Perpecahan

post-img
Foto : Direktur Urusan Agama Islam (Kemenag) Adib

LDberita.id - Jakarta, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama (Kemenag) Adib menegaskan, masjid merupakan pusat kerukunan, bukan perpecahan. Hal ini ditegaskan Adib saat membuka Sharing Session Revitalisasi Peran dan Ekosistem Masjid dalam Pembinaan Umat.

“Masjid merupakan tempat membimbing dan mengawal umat dari sisi bagaimana memahami akidah yang benar, pemahaman yang lurus, tidak terjatuh pada sisi ekstrem,” kata Adib dalam acara yang digelar Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik di Hotel Mercure Sabang, Jakarta, Selasa (23/8).

Menurutnya, semakin banyak orang yang memiliki pemahaman yang lurus dan toleran, akan membantu orang-orang yang punya semangat dalam belajar agama. Dia mengatakan, orang yang punya semangat beragama tapi tak punya latar pendidikan agama yang memadai, jangan sampai dibina oleh kelompok ekstrem.

“Misalnya ada orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan agama tapi memiliki ghirah atau semangat dalam beragama, lalu bertemu orang-orang yang ekstrem, ini yang sangat dikhawatirkan. Ini jangan sampai terjadi. Kita tidak menginginkan hal ini terjadi,” ujarnya.

Karenanya, Adib mengatakan, para pengurus masjid di tengah masyarakat harus dibimbing dan dikawal dalam mendalami moderasi beragama.

“Para pengurus masjid yang lahir di tengah masyarakat kita, kita kawal dan bimbing bersama menuju pemahaman tentang moderasi beragama, pemahaman yang jauh dari sifat ekstrem. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Adib dalam acara yang diikuti para pengurus masjid K/L dan BUMN ini.

Editor: IPNU Batubara
 

Berita Terkait