Batubara, (LADANG BERITA)
Tak terima dihina dan (maaf) alat kelaminya disebut-sebut, Sri Wahyuni (32) seorang perangkat desa (parades) Desa Pakam, Kec Medang Deras, Kab Batubara melaporkan BN ke Polres Batubara, Rabu (13/5/20).
Berdasarkan informasi dihimpun menyebutkan, kasus ini bermula dari postingan di akun Face Book Sri Wahyuni. BN yang merupakan adik kandung Kades Desa Pakam diduga terusik dan merasa postingan tersebut tertuju padanya sehingga antara keduanya sempat terjadi adu mulut dan berujung tercetus kata-kata tak mendidik dari mulut BN.
Kepada wartawan Sri Wahyuni mengisahkan perlakuan tidak menyenangkan terhadap dirinya yang diduga dilakukan BN terkait status yang diunggahnya di FB miliknya.
Pada FB tersebut Sri Wahyuni menulis 'katanya sih.....kalau ada orang yang hobbynya nyari nyari kesalahan orang lain tapi giliran di kritik langsung marah, itu artinya proses evolusi dia dari monyet ke manusia belum selesai dan tidak sempurna' tanggal 6 Mei 2020.
"Mungkin dia merasa makanya maki maki aku", beber Sri Wahyuni.
Diceritakan Sri Wahyuni, saat dirinya berada di kantor Desa Pakam ditemui BN dengan memprotes postingan Sri Wahyuni.
Saat terjadi adu mulut BN mengaku keberatan dengan postingan Sri Wahyuni yang menulis kata monyet. Sri Wahyuni membalas kenapa BN merasa lalu disambar BN dengan mengatakan 'kau yang monyet bukan aku. Makanya langsung aja'.
Adu mulut antar keduanya terus berlangsung hingga akhirnya menurut Sri Wahyuni, DN menyebutkan kata makian.
"(menyebut alat kelamin perempuan) kau", teriak DN. (od)
.jpg)



