Batubara

Hal Unik di Empat Negeri..... Pertanyakan Status Lahan Pajak Onan, Warga Pasang Plank dan Naikkan Bendera

post-img

Batubara, (LADANG BERITA) 
Berbagai cara masyarakat untuk mengetahui kejelasan status lahan di desa yang dianggap terlantar.

Seperti halnya Mustar (50) warga Dusun I, Desa Empat Negeri, Kec Datuk Lima Puluh, Kab Batubara.

Guna mengetahui status lahan pajak onan di Dusun I, Desa Empat Negeri yang dinilainya tidak dimanfaatkan, Mustar menaikkan bendera dan memasang plank di lokasi lahan.

Uniknya, sebagai bentuk pertanyaannya Mustar turut merangkai sebait pantun yang bunyinya, "burung merpati beranak tunggal, diberi makan ampas kelapa, ibuku mati ayah meninggal, tanah ini milik siapa".

Saat ditemui wartawan, Selasa (3/12), Mustar didampingi anggota BPD Empat Negeri (Purwanto) mengatakan, pantun yang ditulis pada plank adalah bentuk pertanyaan kepada Kepala Desa serta lembaga di desa terkait kejelasan status lahan pajak onan yang kini tidak lagi difungsikan.

"Kita mau tau siapa pemilik lahan tersebut apakah milik pemerintah desa atau milik perorangan", tanyanya.

Disebutkan, sebelumnya diatas tanah tersebut berdiri 2 unit bangunan pajak onan yang digunakan masyarakat untuk perdagangan. Namun sejak sekitar 2 tahun terakhir pajak tidak lagi difungsikan bahkan satu unit bangunan pajak sudah rubuh.

"Sejak itulah lahan jadi 'terlantar' dan kini diatas lahan hanya ditanami ubi oleh oknum tertentu", katanya.

"Kalau lahan memang milik desa sebaiknya dimanfaatkan untuk menambah PAD. Kalau memang milik pribadi seharusnga pemerintah desa menjelaskan status lahan agar tidak menjadi polemik ditengah masyarakat", timpal Purwanto menyarankan.

Pantauan wartawan, bendera serta plank yang dipasang Mustar menjadi perhatian warga yang melintas.

Namun hingga berita ini dikirim ke redaksi, Kepala Desa Empat Negeri belum berhasil dikonfirmasi. (red/od)

Berita Terkait