LDberita.id - Batubara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara, H. Sakoanda Siregar, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar slogan seremonial, melainkan kebutuhan mutlak dan harga mati dalam menjaga keutuhan sosial serta mendukung pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Sakoanda Siregar dalam sambutannya pada Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara yang digelar di Kopi TM 100 Indrapura, Kecamatan Sei Suka, Sabtu (03/12/2026).
Mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai dan Maju”, Sakoanda menekankan bahwa tema tersebut bukan hanya rangkaian kata, melainkan komitmen moral dan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, khususnya aparatur Kementerian Agama.
“Kerukunan umat beragama adalah fondasi utama kehidupan berbangsa. Jika kerukunan terganggu, maka stabilitas sosial ikut terancam. Karena itu, menjaga toleransi adalah tugas bersama, dan Kementerian Agama berada di garda terdepan,” tegas Sakoanda.
Ia menilai, Kabupaten Batu Bara dengan keberagaman agama, budaya, dan latar belakang sosial membutuhkan peran aktif dan nyata seluruh jajaran Kemenag dalam membina umat, mencegah potensi konflik, serta merawat harmoni di tengah masyarakat.
Sakoanda juga menegaskan bahwa fungsi Kemenag tidak hanya administratif, tetapi memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa, memperkuat moderasi beragama, serta menanamkan nilai persaudaraan lintas iman.
“Hari Amal Bakti ini harus menjadi momentum evaluasi. Sejauh mana kita hadir di tengah umat, sejauh mana kita memberi solusi, dan sejauh mana kita menjadi penyejuk di tengah perbedaan,” ujarnya.
Menurutnya, aparatur Kementerian Agama harus menjadi teladan dalam sikap, tutur kata, dan pelayanan, sekaligus mampu menjembatani perbedaan dengan pendekatan persuasif dan edukatif.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga kondusivitas daerah.
“Kerukunan tidak lahir dengan sendirinya. Ia harus dirawat melalui dialog, keteladanan, dan kehadiran negara di tengah umat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian menyatakan dukungannya terhadap peran strategis Kemenag dalam menjaga harmoni sosial. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah hanya dapat berjalan optimal jika didukung situasi yang aman, rukun, dan damai.
Acara berlangsung khidmat dan penuh keakraban, ditutup dengan pemberian hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan, seperti voli, vokal Mars Kementerian Agama, lagu nasional, serta lomba best practice pengalaman kerja.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plh. Sekda Batu Bara, Asisten I, Kabag Kesra, Ketua MUI Batu Bara Tahan Siregar, Ketua NU Kabupaten Batu Bara H. Bahtiar, Ketua PD Muhammadiyah Yusri, Ketua FKUB Saiful, Ketua Baznas Jum’ah Haidirsyah, Ketua Al-Washliyah Al Asyari, pimpinan perbankan, para pejabat Kemenag, seluruh kepala KUA, kepala sekolah, guru, serta jajaran Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara. (End)
.jpg)



