Medan

Dua Medali SEA Games Jadi Bukti Keseriusan PCI Sumut Bangun Pembinaan Atlet Cricket

post-img
Foto : Dr. Abdul Hakim Siregar saat menyambut kepulangan Fatimah di Bandara Internasional Kualanamu, Minggu (21/12/2025)

LDberita.id - Medan, Kepulangan atlet cricket putri Sumatera Utara, Fatimah Zahrah Albanjari, dari ajang SEA Games Thailand 2025 bukan sekadar membawa pulang satu medali perak dan satu medali perunggu, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan pola pembinaan atlet yang konsisten dan berkelanjutan di tubuh Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Sumatera Utara.

Fatimah, mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed), sukses mempersembahkan medali perak nomor Womens Team T10 dan medali perunggu Womens Team T20 bersama Tim Nasional Cricket Putri Indonesia. Prestasi ini sekaligus menorehkan sejarah baru bagi cricket Sumut di level internasional.

Di balik pencapaian tersebut, Sekretaris Umum PCI Sumatera Utara, Dr. Abdul Hakim Siregar, menjadi salah satu fondasi utama pembinaan atlet daerah. Sejak awal, Hakim menegaskan bahwa prestasi tidak boleh dibangun secara instan, melainkan melalui pembinaan jangka panjang, terukur, dan berorientasi prestasi internasional.

“Prestasi Fatimah bukan kebetulan. Ini hasil dari proses panjang, seleksi yang ketat, latihan yang disiplin, dan sistem pembinaan yang kami bangun secara berjenjang. Kami di PCI Sumut berkomitmen menyiapkan atlet tidak hanya untuk kejuaraan daerah, tetapi hingga panggung Asia dan dunia,” ujar Dr. Abdul Hakim Siregar saat menyambut kepulangan Fatimah di Bandara Internasional Kualanamu, Minggu (21/12/2025),

Hakim menjelaskan, PCI Sumut secara konsisten mendorong pembinaan usia dini, kompetisi berkelanjutan, serta sinergi antara klub, pelatih, perguruan tinggi, dan KONI. Menurutnya, atlet harus dibina secara utuh baik fisik, teknik, mental bertanding, hingga karakter dan disiplin.

SEA Games Thailand 2025 menjadi debut internasional pertama bagi Fatimah. Sejak 8 Oktober 2024, ia telah mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Bali bersama 15 atlet terbaik Indonesia di bawah arahan pelatih Andrew Colin Cottam.

Proses tersebut, kata Hakim, menunjukkan bahwa atlet Sumut mampu bersaing secara nasional ketika diberikan ruang, kesempatan, dan pembinaan yang tepat.

“Kami ingin atlet Sumut percaya diri. Mereka harus yakin bahwa dengan kerja keras dan disiplin, pintu Timnas terbuka lebar. Fatimah sudah membuktikannya,” tegas Hakim.

Komitmen pembinaan PCI Sumut juga mendapat dukungan dari institusi pendidikan, salah satunya Unimed. Rektor Unimed, Prof. Dr. Ir. Baharuddin, S.T., M.Pd, menilai prestasi Fatimah sejalan dengan visi kampus dalam mengintegrasikan akademik dan olahraga prestasi.

“Keberhasilan Fatimah adalah hasil dari sistem pembinaan yang terintegrasi. Unimed mendukung penuh atlet mahasiswa untuk berprestasi tanpa mengabaikan pendidikan,” ungkap Rektor.

Fatimah sendiri mengakui bahwa pembinaan berjenjang dan dukungan organisasi menjadi faktor penting dalam perjalanannya hingga ke SEA Games.

“Perjalanannya sangat berat, penuh tekanan, dan pengorbanan. Tapi dengan dukungan pelatih, keluarga, dan PCI Sumut, saya bisa bertahan dan terus berjuang,” tutur atlet yang berposisi sebagai Medium Fast Bowler tersebut.

Hakim menegaskan, keberhasilan ini tidak boleh berhenti pada satu nama. PCI Sumut, kata dia, akan terus memperkuat pola pembinaan atlet putra dan putri, membuka ruang kompetisi yang lebih luas, serta mendorong dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, KONI, dan stakeholder olahraga.

“Fatimah adalah bukti bahwa Sumut punya potensi besar. Tugas kami adalah memastikan potensi itu tidak terputus ditengah jalan, melainkan tumbuh menjadi prestasi yang membanggakan bangsa,” pungkasnya. (yaser)

Berita Terkait