Batubara

dr. Guruh: RSUD Batu Bara Tancap Gas Bangun NICU, PICU, dan Cathlab, Wujud Komitmen Pemkab Batu Bara Pada Layanan Kesehatan

post-img
Foto : Terlihat pembangunan fasilitas kesehatan RSUD H. OK Arya Zulkarnain Batu Bara yang sedang dalam proses pengerjaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026

LDberita.id - Batubara, Komitmen dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan berkeadilan kembali ditegaskan oleh jajaran RSUD H. OK Arya Zulkarnain. Direktur RSUD Batu Bara, dr. Guruh Wahyu Nugraha, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Batu Bara ini terus berbenah melalui pengembangan fasilitas strategis demi menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks katanya. Kamis (09/04/2026),

dr. Guruh Wahyu Nugraha menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan pelayanan kemanusiaan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Batu Bara tidak perlu lagi dirujuk jauh hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang seharusnya bisa ditangani di daerah sendiri. Ini adalah komitmen pemkab Batu Bara untuk mendekatkan pelayanan, mempercepat penanganan, dan menyelamatkan lebih banyak nyawa,” tegasnya.

Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, RSUD H. OK Arya Zulkarnain mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,44 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026 untuk pengembangan fasilitas vital rumah sakit.

Pengembangan ini mencakup pembangunan gedung Neonatal Intensive Care Unit (NICU), ruang Cathlab, serta Pediatric Intensive Care Unit (PICU) tiga fasilitas krusial yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak dalam pelayanan kesehatan rujukan di Kabupaten Batu Bara.

Pembangunan ruang Cathlab menjadi salah satu lompatan besar dalam penanganan penyakit jantung di daerah. Selama ini, pasien dengan gangguan jantung serius kerap harus dirujuk ke luar daerah, yang tidak jarang berisiko terhadap keselamatan akibat keterlambatan penanganan.

Dengan hadirnya Cathlab, prosedur seperti kateterisasi jantung, angioplasti, hingga pemasangan stent dapat dilakukan secara lebih cepat, aman, dan efisien di RSUD sendiri.

“Kecepatan penanganan adalah kunci dalam menyelamatkan pasien jantung. Dengan Cathlab, kita memangkas waktu, mengurangi risiko, dan memberi harapan hidup yang lebih besar bagi pasien,” jelas dr. Guruh.

Tak kalah penting, pembangunan NICU dan PICU menjadi wujud kepedulian terhadap keselamatan bayi dan anak-anak kelompok yang paling rentan dalam pelayanan kesehatan.

NICU akan difungsikan untuk memberikan perawatan intensif bagi bayi baru lahir dengan kondisi kritis, sementara PICU diperuntukkan bagi anak-anak yang membutuhkan penanganan medis intensif dengan pemantauan ketat dan dukungan alat medis modern.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Kolel, menambahkan bahwa kehadiran fasilitas ini akan meningkatkan standar pelayanan rumah sakit secara signifikan.

“Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh mulai dari peralatan, sistem pelayanan, hingga kesiapan tenaga medis,” ujarnya.

Lebih dari itu, langkah ini mencerminkan arah kebijakan Bupati Batu Bara yang fokus pada pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan sektor kesehatan, komitmen pemkab Bupati Batu Bara menjadi harapan baru bagi masyarakat Batu Bara bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak lagi menjadi sesuatu yang jauh, melainkan hadir dan dapat diakses di daerah sendiri.

Dan akan terus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan daerah, sekaligus menjadi tonggak penting dalam mewujudkan masyarakat Batu Bara yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera." pungkasnya. (End)

Berita Terkait