LDberita.id - Ketika Rasulullah mendakwahkan Islam pertama kali, sedikit sekali Bani Hasyim yang menerima dakwah Beliau Sayyidina Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Abu Sofyan bin Harits bin Abdul Muthalib. Thalib bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib. Ketiganya adalah cucu Abdul Muthalib yang lahir di tahun yang sama.
Ditambah Hamzah bin Abdul Muthalib yang lahir 2 tahun sebelum ketiganya. Ditambah Abbas bin Abdul Muthalib yang lahir satu tahun sebelum Hamzah. Jadi, setidaknya ada 5 pria yang sebaya dari Bani Hasyim. Namun di antara mereka, tidak ada yang menerima dakwah Rasulullah secara langsung dalam sekali dakwah.
Abu Sofyan bin Harits adalah kakak sepupu Rasulullah. Harits adalah anak tertua Abdul Muthalib yang meninggal sebelum masa kenabian. Harits inilah yang membantu Abdul Muthalib menggali sumur zam-zam. Saat itu Abdul Muthalib hanya memiliki satu anak laki-laki.
Dan hanya Harits inilah yang melindungi Abdul Muthalib ketika beliau menggali sumur zam-zam sambil diolok-olok dan diganggu orang-orang Quraisy. Abdul Muthalib begitu sedih karena hanya punya satu anak laki-laki. Lalu beliau menghadap Ka'bah dan bernadzar, jika dikaruniai 10 anak laki-laki, maka beliau akan menyembelih satu anaknya untuk dipersembahkan kepada Tuhan.
Harits memiliki beberapa anak, salah satunya adalah Abu Sofyan. Nama aslinya adalah Al Mughirah. Rasulullah dan Mughirah seumuran. Keduanya juga merupakan saudara sepersusuan. Abu Sofyan (Mughirah) dan Rasulullah tumbuh bersama. Keduanya kemana mana bersama. Sebagian mengatakan di mana ada Rasulullah muda, di situ ada Abu Sofyan. Namun kedekatan itu berubah ketika Rasulullah mulai mendakwahkan Islam.
Sikap Mughirah bin Harits berubah 180 derajat ketika mendengar bahwa saudaranya mengaku diangkat sebagai Nabi. Mughirah (Abu Sofyan) bahkan menjadi salah satu orang terdepan yang memusuhi Rasulullah. Mughirah (Abu Sofyan) adalah seorang penyair Quraisy.
Maka dengan syairnya itu dia mengolok-olok Rasulullah dan ajaran Islam. Setidaknya selama 20 tahun Mughirah (Abu Sofyan) menjadi musuh bagi Rasulullah. Selanjutnya, Thalib bin Abu Thalib. Thalib adalah anak tertua Abu Thalib. Dengan namanya, bapaknya mendapatkan kunyah sebagai Abu Thalib. Nama asli Abu Thalib adalah Abdu Manaf. Thalib ini juga seumuran dengan Rasulullah. Lahir di tahun yang sama dengan tahun lahirnya Rasulullah dan Mughirah (Abu Sofyan).
Hamzah bin Abdul Muthalib. Beliau adalah paman Rasulullah yang paling muda. Lebih muda dari Abbas bin Abdul Muthalib. Dikatakan bahwa Hamzah lahir hampir bersamaan dengan Rasulullah, hanya selisih sedikit. Abbas bin Abdul Muthalib. Secara usia, Abbas lebih dahulu lahir daripada Hamzah.
Berbeda dari anak-anak Abdul Muthalib yang lain, Abbas terlahir sebagai anak orang kaya. Keluarga ibunya kaya raya. Postur Abbas bin Abdul Muthalib paling priyayi dibandingkan anak-anak Abdul Muthalib yang lain. Badannya jangkung dan kulitnya putih bersih.
Abbas adalah anak orang kaya. Maka pergaulannya juga bersama orang-orang kaya. Sahabat dekat dari Abbas adalah Abu Sofyan bin Harb (dari klan Bani Umayyah). Keduanya bersahabat semenjak muda sampai masuk Islamnya juga bareng-bareng.
Mughirah (Abu Sofyan) bin Harits bin Abdul Muthalib, setelah memusuhi Islam selama sekurang-kurangnya 20 tahun, akhirnya masuk Islam setelah Fathu Makkah.
Awalnya Mughirah menghadap Rasulullah untuk masuk Islam. Lalu Rasulullah memalingkan wajahnya dari Mughirah. Lalu Mughirah kembali ke hadapan Rasulullah. Lalu Rasulullah memalingkan wajah Beliau ke arah yang lain.
Terus seperti itu hingga pada akhirnya Rasulullah menerima Mughirah untuk masuk Islam dan memaafkan seluruh kesalahan Abu Sofyan bin Harits. Thalib bin Abu Thalib, sebagian pendapat mengatakan bahwa beliau mengikuti ayahnya (Abu Thalib) dan sampai meninggal tidak mau memeluk Islam. Namun sebagian pendapat mengatakan beliau masuk Islam.
Hamzah bin Abdul Muthalib di antara keempat nama tadi adalah yang paling awal masuk Islam. Itupun setelah Rasulullah berdakwah selama 6 tahun di Makkah, barulah dirinya menyatakan masuk Islam. Keislaman Hamzah sangat membuat bahagia Rasulullah.
Karena Hamzahlah kalangan dewasa Bani Hasyim yang termasuk awal menerima Islam. Abbas bin 'Abdul Muthalib, masuk Islam di sekitar waktu Fathu Makkah. Beliau mengajak Abu Sofyan bin Harb, sahabat dekatnya, juga. Semenjak Fathu Makkah, banyak Bani Hasyim yang berbondong-bondong masuk Islam.
Anak-anak Harits, anak-anak Zubair, anak-anak Abu Thalib, anak-anak Abu Lahab, semua masuk Islam dengan aman. Betapa perjalanan Rasulullah begitu berat, ketika orang lain dengan mudah mendapatkan hidayah Islam, sedangkan saudara-saudara dan kerabat Beliau dari Bani Hasyim yang selama ini senantiasa membela Beliau, justru tak kunjung beriman. (Red)
Semoga Bermanfaat. (Rumah Aswaja Batubara)
.jpg)




