LDberita.id - Batubara, Tradisi pencak silat Melayu yang rutin digelar setiap tahun di Kabupaten Batu Bara kembali berlangsung dengan penuh semarak.
Acara yang digelar, di Desa Perupuk pada. Kamis (03/04/2025), ini dihadiri oleh berbagai perguruan pencak silat dari seluruh penjuru Kabupaten Batu Bara.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian dalam ajang ini adalah santri dari Pondok Pesantren Al-Itqon Batu Bara yang tampil luar biasa dalam mempertunjukkan seni bela diri tradisional tersebut.
Santri-santri yang berpartisipasi dalam kegiatan ini di antaranya Arya dari Tanjung Tiram, Riansyah dari Titi Putih, Ferizal dari Barung Barung, dan Sani dari Simpang Dolok.
Mereka dibina langsung oleh Tuan Guru Dayat, seorang pembina pencak silat yang telah lama mendidik para santri untuk menguasai teknik-teknik bela diri khas Melayu dengan disiplin tinggi.
Penampilan mereka tidak hanya memperlihatkan keterampilan teknis yang mumpuni, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai moral dan filosofi pencak silat yang berakar dalam budaya Melayu.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Batu Bara, Ustadz Milhan, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap para santri yang telah menunjukkan dedikasi dan keterampilan mereka dalam pencak silat.
“Kami sangat bangga dengan para santri yang tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan budaya warisan leluhur, ujarnya
Pencak silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai spiritual dan kebangsaan,” ujar Milhan.
Lebih lanjut, Ustadz Milhan menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah agar tradisi seperti ini mendapatkan perhatian lebih serius.
“Pencak silat adalah bagian dari cagar budaya Melayu Batu Bara yang harus kita jaga bersama.
Pemerintah hendaknya tidak hanya melihat ini sebagai sebuah pertunjukan tahunan, tetapi juga sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan secara berkelanjutan.
Generasi muda Batu Bara perlu didorong untuk memahami dan mencintai budaya mereka sendiri agar tidak tergerus oleh modernisasi yang mengabaikan akar tradisi,” tegasnya.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kepala Desa Perupuk, Syarkawi, dengan tujuan memperkuat silaturahmi antarperguruan pencak silat serta meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya melestarikan budaya Melayu.
Selain itu, acara ini juga menjadi ajang bagi santri dan peserta lainnya untuk mengasah kemampuan mereka dalam menghadapi kompetisi pencak silat di tingkat yang lebih tinggi.
Pencak silat sendiri merupakan bagian integral dari tradisi dan budaya Melayu di Batu Bara. Selain menjadi sarana bela diri, pencak silat juga memiliki nilai-nilai filosofi yang mengajarkan kedisiplinan, keberanian, dan penghormatan kepada sesama.
Dengan adanya partisipasi aktif dari Pondok Pesantren Al-Itqon, diharapkan tradisi ini dapat terus berkembang dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Dengan suksesnya penyelenggaraan acara ini, santri Al-Itqon Batu Bara semakin termotivasi untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka di bidang pencak silat.
Mereka berharap dapat membawa nama baik pesantren serta Kabupaten Batu Bara dalam ajang pencak silat yang lebih besar di masa depan.
Dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah, diharapkan dapat semakin memperkuat eksistensi pencak silat sebagai identitas budaya yang patut dibanggakan." tandasnya. (End)
.jpg)



