BUMN

Antam, Inalum, dan BAI Kolaborasi Tanam Ribuan Mangrove di Wilayah Tambang

post-img
Foto : Holding industri pertambangan negara, Mining Industry Indonesia (MIND ID), kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman 10.000 bibit mangrove di Desa Duri II

LDberita.id - Kalimantan Barat, Holding industri pertambangan negara, Mining Industry Indonesia (MIND ID), kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman 10.000 bibit mangrove di Desa Duri II, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Aksi ini merupakan bagian dari program reklamasi pascatambang dan konservasi wilayah pesisir, yang dilaksanakan bersama tiga anak perusahaan utama: PT ANTAM Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari prinsip tanggung jawab lingkungan yang dipegang oleh MIND ID dalam setiap operasionalnya. Penanaman mangrove dilakukan sebagai upaya strategis untuk menanggulangi abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, dan memperkuat ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim.

"Penanaman mangrove ini bukan hanya kegiatan seremonial, tapi merupakan bentuk integrasi komitmen kami terhadap kelestarian lingkungan, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan," ujar Vice President Sustainability Grup MIND ID dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, mangrove memegang peran penting sebagai benteng alami yang melindungi daratan dari gelombang laut dan intrusi air asin, serta berfungsi sebagai tempat hidup berbagai jenis biota laut yang menjadi penopang ekonomi masyarakat pesisir.

Program ini juga merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diadopsi Grup MIND ID. Dalam konteks reklamasi pascatambang, mangrove menjadi solusi hijau yang berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.

Tidak hanya itu, keterlibatan masyarakat setempat dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pemberdayaan sosial, sekaligus menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan bersama-sama.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan sinergi antara industri, masyarakat, dan lingkungan. Pelestarian ekosistem bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aktivis, tetapi juga pelaku usaha, termasuk kami di sektor pertambangan," tambah perwakilan dari PT INALUM.

Langkah pelestarian wilayah pesisir ini diharapkan tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi. Mangrove yang tumbuh dengan baik akan menjadi rumah bagi berbagai spesies ikan, kepiting, dan udang yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar." tandasnya. (End)

Berita Terkait