logo
logo

LDberita.id - Vaksin covid-19 yang disiapkan pemerintah untuk imunisasi massal kepada masyarakat rencananya akan dibagi menjadi dua.
Pembagian yang dimaksud yaitu vaksin bantuan pemerintah untuk masyarakat yang membutuhkan dan vaksin mandiri kepada warga yang mampu.

Hal ini disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam acara Dies Natalis 63 Tahun Universitas Padjajaran, Jumat (11/9/2020).

Menurut Erick, untuk vaksin covid-19 bantuan pemerintah diusulkan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Vaksin jenis ini hanya diberikan kepada masyarakat kurang mampu yang membutuhkan berdasarkan data BPJS Kesehatan.

“Untuk penerima vaksin, kita pakai data milik BPJS Kesehatan sesuai data PBI, jumlah pesertanya sekitar 93 juta masyarakat yang membutuhkan,” kata Erick.

Sementara bagi masyarakat yang ekonominya mampu diharapkan menggunakan vaksin secara mandiri.
Hal ini disampaikan berkaca pada penyaluran subsidi yang selama ini sudah dikucurkan tapi tidak tepat sasaran.

“Kami sangat mengharapkan masyarakat yang mampu itu agar bisa membantu keuangan negara, jadi vaksinnya tidak gratis. Karena banyak sekali subsidi-subsidi seperti listrik, pupuk dan banyak lagi justru dimanfaatkan individu yang tidak membutuhkan,” tegasnya.

Erick Thohir mengaku telah bertemu kalangan pengusaha salah satunya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Dari hasil pertemuan itu, pihak pengusaha memberikan respons positif dan berkomitmen membeli vaksin mandiri, bukan gratisan.

“Mereka ingin bagian vaksin mandiri yang mereka beli sendiri. Bahkan komitmen pegawainya pun mereka yang beli semua. Ini hal yang bagus mengurangi beban keuangan negaa,” tandasnya.

Keputusan Tepat
Di sisi lain, mantan Presiden Inter Milan ini mengatakan, lockdown menjadi wacana yang hangat dibahas saat awal pandemi Covid-19.
Namun, kebijakan itu tidak diambil oleh pemerintah Indonesia karena lockdown benar-benar dimatikan sebuah daerah.

Terkait hal itu, Erick menyebut keputusan Presiden Jokowi sudah tepat, dimana hasilnya saat ini di mana ekonomi Indonesia masih lebih baik dari pada negar-negara lain yang tergabung di G20.
Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik dibanding negara-negara Asia Tenggara.

“Saya yakin keputusan Bapak Jokowi sejak awal sudah tepat. Kalau kita lihat sekarang hasilnya, perlambatan ekonomi yang ada di Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara-negara G20.

Seperti Prancis, Amerika, India, dan lain-lain. Termasuk di Asia Tenggara, negara-negara tetangga kita justru mengalami krisis yang lebih berat,” terangnya.
Maka itu, Erick berharap ekonomi Indonesia masih bisa bertumbuh 0 persen atau paling tidak tumbuh positif.

“Kita berharap di kuartal ketiga dan keempat atau sampai akhir tahun 2020, kita bisa bergerak dari 0 plus sedikit, kalau pun pertumbuhannya minus jangan banyak-banyak,” pungkasnya. (jf)
Sumber: mediabumn.com

Top