logo
logo

Batubara, (LADANG BERITA)
Diduga akibat kicauan yang berdampak pemecatan, AT (31) oknum perawat di ruang rawat inap RSUD Batubara akhirnya mengambil sikap.

AT diduga telah melihat gelagat yang nyaris tidak lagi bersahabat sehingga iapun mengambil inisiatif. Dia memilih mengundurkan diri sebelum pihak RSUD bertindak tegas.

"Sebelum dipecat lebih baik awak mengundurkan diri", tulis AT melalui pesan singkat (SMS) diterima wartawan, Minggu (17/11).

Menurut AT, selain terancam dipecat pilihannya mengundurkan diri karena ingin fokus mengurus keluarga. 

Masuk akal karena wanita yang sudah dua tahun menjanda itu baru sekitar sebulan dinikahi seorang duda asal Kabupaten Riau.

Disinggung soal ocehannya yang sempat viral, AT tak menampik. Bahkan menurut dia dampak dari pemberitaan tersebut dirinya merasa malu dengan rekan-rekan seprofesinya di RSUD.

"Malu awak sama kawan-kawan, awak mundur aja dan mulai Senin (18/11) awak ngak masuk kerja lagi, awak mau fokus mengurus keluarga", aku honorer itu. 

Namun anehnya, meskipun  mengundurkan diri telah menjadi pilihannya namun hingga Kamis (21/11) AT masih tetap bekerja seperti biasa.

Perubahan sikap AT diduga karena setelah mendapat 'perlindungan' dari deking yang disebut-sebut salah seorang oknum pejabat di lingkungan Pemkab Batubara.

Sekedar informasi, kicauan AT sempat viral di media terkait kesan tidak menerima teguran dari pihak RSUD lalu menuding pihak RSUD bertindak 'suka-suka'. 

Dampak kicauannya itu AT mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat bahkan muncul permemintaan agar pihak RSUD bertindak tegas. (klopot)

Top